Berlatar di Riyadh, Arab Saudi, serial ini mendokumentasikan perjalanan para peserta selama tujuh minggu kompetisi Esports World Cup 2025. Mereka memperebutkan total hadiah senilai US$70 juta serta gelar bergengsi EWC Club Championship.
Menurut CEO Esports Foundation, Ralf Reichert, serial ini bertujuan memperlihatkan sisi manusiawi dari industri esports yang terus berkembang pesat.
“Level Up menampilkan sisi personal dari apa yang sedang kami bangun melalui Esports World Cup. Dokumenter ini mengajak penonton lebih dekat dengan sosok-sosok di balik momen besar esports, bagaimana mereka menghadapi tekanan, mengejar ambisi, serta peran keluarga dan cerita pribadi yang membuat perjalanan mereka begitu berarti,” ujarnya.
Sementara itu, R.J. Cutler menilai esports telah berkembang menjadi salah satu fenomena budaya terbesar saat ini.
“Musim kedua ini tidak hanya mendokumentasikan persaingan di dalam arena, tetapi juga kehidupan, impian, dan pengorbanan para pemain yang menjadi pusat cerita ini,” kata Cutler.
Selain menyoroti perjalanan para atlet esports, Level Up Season 2 juga memperlihatkan bagaimana Esports World Cup menjadi titik temu antara dunia gaming, olahraga, musik, dan hiburan.
Serial ini menampilkan berbagai momen menarik, mulai dari penampilan pembuka turnamen oleh Post Malone, kemenangan grandmaster Magnus Carlsen dalam kompetisi esports catur pertamanya, hingga keterlibatan Cristiano Ronaldo dalam momen penutupan yang dramatis.
Sejumlah tokoh olahraga ternama lainnya juga hadir dalam gelaran EWC, termasuk juara dunia Formula 1 Lando Norris, legenda sepak bola Brasil Ronaldo Nazário dan Kaká, pesepak bola Alisha Lehmann, legenda skateboard Tony Hawk, hingga petenis Nick Kyrgios.
Bahkan Kyrgios menyebut atmosfer kompetisi tersebut lebih meriah dibandingkan Wimbledon maupun turnamen Grand Slam lainnya.