Team Liquid kembali membuktikan diri sebagai raksasa Dota 2 dunia setelah keluar sebagai juara BLAST Slam 6.
Perjalanan mereka tidak instan. Liquid tampil cukup stabil di fase grup dengan finis di peringkat ketiga klasemen, posisi yang cukup untuk menjaga peluang menuju fase berikutnya.
Dari babak Play-In, Liquid menunjukkan mentalitas baja. Mereka mengamankan kemenangan krusial demi tiket Playoff, sebelum akhirnya tampil semakin solid di fase gugur.
Koordinasi rapi, drafting cerdas, serta eksekusi team fight disiplin menjadi kunci keberhasilan mereka menyingkirkan lawan satu per satu.
Di partai grand final, Natus Vincere (NAVI) sempat memberikan perlawanan sengit. Dua game awal berlangsung ketat dengan aksi saling balas strategi.
Namun setelah skor imbang, Liquid berhasil meningkatkan tempo permainan dan memanfaatkan kesalahan kecil lawan. Dua game penutup berhasil diamankan dengan kontrol map yang jauh lebih matang.
Kemenangan 3-1 memastikan Liquid mengangkat trofi. Gelar ini menjadi penegasan bahwa mereka tetap ancaman serius di setiap turnamen besar Dota 2 musim ini.