Babak baru sejarah esports Indonesia resmi dimulai. Perkumpulan Olahraga Elektronik Indonesia (IESPA) mengukuhkan jajaran Pengurus Nasional periode 2026–2031 sebagai hasil Musyawarah Nasional (Munas) IESPA 2026 yang digelar di Jakarta pada 5–6 Juni 2026.
Forum tertinggi organisasi tersebut dihadiri sekitar 90 peserta perwakilan dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 001/SK-PN/2026/NASIONAL, KRMP. Ibnu Sulistyo Pradipto resmi dipercaya menduduki kursi Ketua Umum.
Ia didampingi empat Wakil Ketua Umum, yaitu Lutfi Dipa Nawahasta, Teuku Alvarro Rehano Harsya, Fendi, dan Willie Salim — nama terakhir dikenal luas sebagai kreator konten dan figur publik.
Struktur inti kepengurusan juga mencakup Martha sebagai Sekretaris Jenderal dan Rafif Muhammad Rizqullah sebagai Bendahara Umum.
Kepengurusan baru ini tidak berdiri sendiri. IESPA turut diperkuat oleh Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, dan Dewan Pakar yang diisi sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang — mulai dari pemerintahan, akademisi, hingga pelaku industri kreatif.
Table of Content

Dalam sambutannya usai pengukuhan, Ibnu menegaskan bahwa momen ini membawa makna lebih dari sekadar rotasi kepemimpinan organisasi.
"Pengukuhan kepengurusan nasional ini bukan sekadar pergantian struktur organisasi, tetapi merupakan komitmen bersama untuk membawa esports Indonesia ke level yang lebih tinggi."
"Kami ingin memastikan bahwa IESPA hadir sebagai rumah besar bagi komunitas, atlet, penyelenggara, publisher, pelaku industri kreatif, dan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki visi membangun esports Indonesia yang profesional, inklusif, dan berdaya saing global," ujar Ibnu.
Ia menambahkan bahwa kepengurusan periode ini akan fokus pada tiga pilar utama, yaitu penguatan program pembinaan atlet, standarisasi kompetisi, serta perluasan kolaborasi lintas sektor — termasuk dengan pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta, dan pelaku ekonomi kreatif.
Salah satu hal yang menjadi sorotan dari kepengurusan baru ini adalah cakupan bidang strategis yang jauh lebih komprehensif dibanding sebelumnya.
IESPA kini memiliki divisi khusus yang menangani Event, Komunitas, Humas dan Publikasi, Kompetisi dan Wasit, Program, Ekonomi Kreatif, Hukum, serta Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi.
Tak berhenti di situ, IESPA juga membentuk bidang yang merepresentasikan keberagaman ekosistem gaming modern, mulai dari Game Developer, Robotic, Trading Card Game (TCG), Game Console, Game Mobile, PC, Sport Tourism, hingga Edukasi.
Pendekatan ini mencerminkan ambisi IESPA untuk menjangkau seluruh segmen komunitas gaming dan esports Indonesia, dari pemain kasual hingga atlet profesional.
Dengan jumlah pemain yang masif dan komunitas yang terus tumbuh, Indonesia sejatinya sudah lama menjadi salah satu pasar gaming terbesar di Asia Tenggara.
Ibnu melihat modal tersebut sebagai fondasi yang kuat untuk melompat ke panggung global.
"Indonesia memiliki potensi luar biasa. Dengan jumlah pemain yang besar, komunitas yang aktif, serta talenta-talenta muda yang terus bermunculan, saya optimistis Indonesia dapat menjadi salah satu pusat perkembangan esports dunia."
"Tugas kita bersama adalah membangun ekosistem yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Munas IESPA 2026 sendiri menghasilkan berbagai keputusan strategis yang akan menjadi peta jalan pengembangan organisasi dan industri esports nasional selama lima tahun ke depan.
Ibnu menutup pernyataannya dengan semangat yang ia jadikan tagline, "Esports For Everyone bukan hanya slogan, tetapi semangat yang akan terus kami bawa dalam setiap program dan langkah organisasi. Kami ingin memastikan bahwa perkembangan esports dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia."
