Reza Arap Kumpulkan Donasi Lebih dari 200 Juta Rupiah Untuk Riau dan Kalimantan

Kebakaran hutan yang melanda Riau dan Kalimantan, memang menyebabkan derita bagi warga di sana. Kejadian miris ini pun membuat Reza Arap tergugah untuk menggalang dana guna didonasikan ke Riau dan Kalimantan.
Owner sekaligus co-founder WAW Esports ini menggalang dana melalui aksi live streaming selama 24 jam. Penggalangan dana ini pun dilakukan oleh Reza pada Kamis (19/9) kemarin sampai dengan Jumat siang tadi (20/9) .
Walaupun begitu, sayangnya Reza enggak bisa melakukan live streaming selama 24 jam non stop karena beberapa alasan teknis. Hal ini ia sampaikan sendiri melalui akun Twitternya di @ybrap.
Pria yang berusia 28 tahun ini pun minta maaf karena enggak bisa melakukan live streaming selama 24 jam. Karena terkendala dengan internet, Youtuber yang satu ini hanya bisa melakukannya selama 20 jam untuk menggalang dana.
Lalu dari 20 jam itu, berapa dana yang berhasil Reza kumpulkan? Dilihat dari akun Twitter-nya, Reza Arap berhasil mengumpulkan dana lebih dari 200 juta rupiah. Dana yang sangat fantastis bukan?
Setelah melakukan live streaming, Reza juga enggak lupa memberikan ucapan terima kasih kepada semua orang yang sudah support penggalangan dana ini. Ia juga sekali lagi minta maaf atas semua kendala yang terjadi selama kegiatan ini berlangsung.
Sebelumnya, Reza Arap menuliskan ia telah menghubungi beberapa orang yang bisa membantu agar aksi live streaming-nya bisa berjalan. Ia juga menjaga agar hasil donasi nantinya enggak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Arap juga akan memantau bantuan yang ia kirim, agar tepat guna dan sesuai sasaran. Hal ini ia sampaikan sendiri melalui akun Twitter-nya.
Bersama dengan cuitannya ini, Reza juga menegaskan bahwa dirinya enggak menjadikan momen ini untuk panjat sosial layaknya influencer lain. Dirinya melakukan hal ini murni untuk membantu sesama yang sedang dilanda musibah.

Sebagai informasi, kerugian akibat kebakaran hutan di Riau mencapai 50 triliun rupiah. Hal ini disampaikan sendiri oleh Koordinator Pusat Studi Lingkungan Hidup, Universitas Riau Dr Suwondo MS, seperti yang dilansir dari tempo.co.
Bukan itu saja, kabut asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan menyebabkan sejumlah aktivitas berhenti. Belum lagi, kabut asap itu akan mempengaruhi kesehatan warga yang tinggal di sana.

















