7 Game Zombie Mobile Terbaik 2026, Offline Maupun Online!

- Death Road to Canada menawarkan gameplay roguelike dan survival yang kacau dengan sistem randomisasi.
- Plants vs. Zombies 2 mempertahankan formula tower defense dengan progres awal yang ramah namun terhambat oleh sistem freemium.
- Into the Dead 2 menggabungkan endless runner dengan FPS ringan, meski kelemahannya adalah loop gameplay dan DLC mahal.
Game zombie mobile masih jadi salah satu genre paling stabil di Android hingga 2026. Genre ini terus hidup karena mampu menawarkan variasi gameplay. Banyak pemain mencari rekomendasi game zombie Android terbaik sebelum mengisi storage ponsel mereka.
Hal ini wajar karena tiap judul punya pendekatan berbeda dan tidak semuanya ramah untuk semua tipe pemain. Dari sekian banyaknya game-game baru, beberapa judul lama justru tetap disenangi banyak orang karena punya gameplay sederhana dan komunitasnya masih aktif.
Table of Content
1. Death Road to Canada

Nama Death Road to Canada sering muncul saat membahas game zombie roguelike dan survival Android. Game ini mengandalkan sistem randomisasi hampir di semua aspek.
Lokasi berubah tiap run, karakter survivor punya kepribadian unik, dan keputusan kecil bisa berujung pada situasi absurd atau tragis.
Setiap perjalanannya singkat, padat, dan tidak bertele-tele. Kamu bisa merekrut karakter tak terduga seperti samurai, pegulat, bahkan anjing.
Pertarungan melawan ratusan zombie sekaligus jadi momen paling kacau, apalagi saat sumber daya mulai menipis.
Meski begitu, pengalaman bermain di layar sentuh tidak selalu mulus. Saat jumlah zombie membludak, kontrol terasa kurang presisi. Mengarahkan party dan menyerang bersamaan sering terlambat, terutama di late game.
Karena itu, sebagian pemain menilai versi PC atau setidaknya yang memakai controller masih terasa lebih nyaman.
2. Plants vs. Zombies 2

Plants vs. Zombies 2 masih bertahan sebagai nama besar di genre tower defense. Game ini mempertahankan formula lama yang mudah dipahami, menempatkan pemain di jalur pertahanan sambil memilih tanaman dengan fungsi berbeda.
Bedanya, variasi dunia time-travel membuat ritmenya tidak cepat membosankan. Ada puluhan jenis tanaman, zombie dengan pola serangan unik, serta event musiman yang rutin muncul.
Untuk pemain kasual, progres awalnya terasa ramah. Level bisa diselesaikan tanpa tekanan, dan mekaniknya tetap terasa strategis meski sederhana.
Masalah mulai terasa saat masuk ke dunia lanjutannya. Unlock world baru membutuhkan waktu lama karena sistem freemium yang ketat. Timer panjang dan kebutuhan seed packet membuat progres melambat, kecuali bagi mereka yang rela menunggu atau membayar.
Diskusi soal statusnya sebagai game tower defense terbaik pun kembali muncul ke permukaan. Sebagian pemain menilai pesonanya masih kuat karena desain level rapi dan mudah diakses.
Yang lain merasa formula ini kalah segar dibanding game-game modern yang baru dirilis.
3. Into the Dead 2

Into the Dead 2 mengambil pendekatan berbeda. Game ini memadukan endless runner dengan FPS ringan, fokus pada atmosfer dan cerita episodik.
Di sini, kita ditugaskan untuk berlari untuk menghindar dari para zombie. Ketegangannya semakin terasa berkat suara, pencahayaan, dan jarak pandang yang terbatas.
Cerita di game ini terbagi menjadi puluhan chapter dengan beberapa ending. Struktur ini memberi motivasi untuk terus maju, jadi tidak selalu terfokus untuk mengejar skor. Visualnya sendiri masih tergolong rapi untuk standar mobile.
Kelemahannya ada di loop gameplay. Setelah semua senjata terbuka, variasi permainan terasa menurun. Auto-run membatasi eksperimen strategi, dan DLC tambahannya dibanderol cukup mahal jika ingin mendapat full experience.
Meski begitu, Into the Dead 2 tetap relevan sebagai contoh evolusi zombie runner setelah era Temple Run.
4. Dead Trigger 2

Dead Trigger 2 pernah menjadi standar grafis realistis di smartphone. Sampai tahun 2026, reputasi itu belum sepenuhnya luntur.
Game ini menawarkan ratusan misi, visual detail, dan kontrol tembak otomatis tanpa tombol fire.
Bagi banyak pemain, ini merupakan salah satu game zombie offline Android dengan ukuran kecil yang masih layak dimainkan.
Sistem base building dan misi kooperatifnya memberi variasi tambahan. Ada boss fight dan event komunitas yang menjaga ritme permainan tetap hidup. Unduhan yang tembus ratusan juta menunjukkan stabilitas jangka panjangnya.
Namun, progres senjata di game ini tidak selalu ramah. Blueprint grind dan waktu tunggu panjang jadi keluhan utama. Tanpa IAP, upgrade bakal terasa lambat. Meski bug besar jarang muncul, beberapa isu lama masih belum sepenuhnya hilang.
Di diskusi komunitas, game ini sering dibandingkan dengan mode zombie di Call of Duty Mobile. Perbandingan ini muncul karena keduanya menawarkan FPS cepat, tapi dengan filosofi desain berbeda.
5. Last Day on Earth

Last Day on Earth Survival menyasar pemain yang ingin elemen bertahan hidup lebih serius. Update pasca-2026 memperdalam sistem crafting, skill, dan eksplorasi area gamenya. Base building jadi core-nya, sekaligus didukung event musiman dan bunker raid.
Masalah utama muncul di sisi multiplayer. PvP dan clan war sering dianggap tidak seimbang, terutama bagi pemain gratisan. Grind untuk gear tingkat tinggi terasa berat, dan isu hacker masih jadi keluhan utama.
Meski begitu, untuk pemain solo yang sabar, kontennya cukup menarik untuk dimainkan dalam rentang waktu yang lama.
6. State of Survival

State of Survival lebih menekankan manajemen kota dan interaksi sosial daripada aksi zombie secara langsung. Di sini kita bakal membangun markas, melatih pasukan, dan ikut perang clan skala besar. Event co-op melawan mega zombie juga menawarkan experience segar di luar PvP.
Kekuatan game ini ada di komunitasnya. Koordinasi clan dan strategi sumber daya menciptakan dinamika sosial yang kuat. Namun, dominasi pemain dengan VIP tinggi membuat PvP late-game terasa sangat timpang.
7. Survivor.io

Survivor.io sangat populer karena punya loop sederhana dan cepat. Kita bergerak otomatis sambil memilih upgrade senjata setiap kali naik level. Visual efek yang ramai dan progres cepat membuatnya sangat seru.
Game ini sering disebut sebagai adaptasi Vampire Survivors versi mobile (Walaupun Vampire Survivors sendiri punya versi mobile-nya).
Untuk pemula, ritmenya menyenangkan dan mudah dipahami. Hanya saja, iklan agresif di Android dan lonjakan kesulitan di chapter akhir jadi masalah besar. Tanpa IAP, progres bisa terasa mandek.
Perdebatan soal monetisasi selalu muncul. Sebagian pemain menikmati gameplay-nya, sebagian lain merasa terganggu oleh iklan dan batasan gratisan.
FAQ
| Apa game zombie mobile terbaik di Android saat ini? | Game terbaik tergantung gaya bermain. Untuk fase cepat ada Survivor.io, untuk yang santai-santai Plants vs. Zombies 2, dan untuk survival serius ada Last Day on Earth. |
| Apakah ada game zombie mobile yang bisa dimainkan offline? | Ada. Death Road to Canada dan Dead Trigger 2 bisa dimainkan offline. |
| Game zombie mana yang tidak terlalu pay to win? | Death Road to Canada dan Dead Trigger 2 relatif lebih ramah pemain gratis dibanding game strategi multiplayer. |
| Apakah Plants vs. Zombies 2 masih layak dimainkan? | Masih, terutama untuk pemain kasual. Namun di beberapa fase, progresnya cukup lambat jika tidak melakuoan pembelian dalam aplikasi. |
| Survivor.io cocok untuk tipe pemain seperti apa? | Direkomendasikan untuk pemain yang ingin game zombie cepat, satu tangan, dan bisa dimainkan singkat, meski iklannya cukup agresif. |


















