Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Amortisasi dalam Industri Game?

Apa Itu Amortisasi dalam Industri Game?
Apa itu Amortisasi (Dok. GGWP)
Intinya Sih
  • Amortisasi adalah metode membagi biaya besar, seperti pengembangan game, menjadi beban bertahap selama masa manfaat aset tidak berwujud seperti software atau hak cipta.
  • Dalam industri game, biaya development bisa dicatat langsung sebagai beban atau dikapitalisasi lalu diamortisasi setelah game mulai menghasilkan pendapatan.
  • Isu amortisasi sensitif bagi developer lokal karena perbedaan interpretasi akuntansi dapat memengaruhi laporan keuangan dan pajak, sehingga dibutuhkan regulasi yang jelas dan adaptif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Belakangan ini istilah amortisasi ikut ramai dibicarakan di tengah polemik pajak yang menyinggung biaya pengembangan game.

Buat sebagian gamer, kata ini terdengar rumit. Padahal, memahami amortisasi justru penting untuk melihat tantangan yang dihadapi developer game Indonesia.

Secara sederhana, amortisasi adalah cara membagi biaya besar menjadi beban bertahap selama beberapa tahun.

Biasanya ini berlaku untuk aset tidak berwujud seperti software atau hak cipta. Jadi biaya tidak langsung dianggap habis dalam satu tahun, melainkan dicatat sedikit demi sedikit sesuai masa manfaatnya.

Dalam industri game, biaya terbesar biasanya muncul saat masa development.

Studio harus membayar gaji programmer, desainer, artist, penulis, hingga tim QA selama berbulan bulan bahkan bertahun tahun sebelum game dirilis.

Selama periode itu, belum ada pemasukan dari penjualan.

game development.png
Game Development (Dok. GGWP)

Di sinilah muncul dua pendekatan akuntansi. Pertama, biaya development langsung dicatat sebagai beban di tahun berjalan.

Kedua, biaya tersebut dikapitalisasi sebagai aset, lalu diamortisasi setelah game rilis dan mulai menghasilkan pendapatan.

Secara teori, amortisasi masuk akal untuk game yang punya umur panjang. Banyak game populer bisa terus terjual bertahun tahun setelah rilis. Biaya pembuatannya dianggap memberi manfaat jangka panjang.

Namun dalam praktiknya, tidak semua studio berada di posisi yang sama.

Banyak developer lokal bekerja dengan modal terbatas dan margin tipis. Jika ada perbedaan interpretasi soal apakah biaya development harus dikapitalisasi dan diamortisasi, dampaknya bisa langsung terasa pada laporan keuangan dan kewajiban pajak.

Inilah kenapa isu amortisasi menjadi sensitif bagi industri game Indonesia.

Model bisnis game berbeda dari manufaktur atau perdagangan.

Risiko kegagalan tinggi, waktu produksi panjang, dan arus kas sering kali tidak stabil. Regulasi yang kurang selaras dengan karakter industri bisa menambah tekanan.

game developer.jpg
game developer (Dok. GGWP)

Mendukung industri game Indonesia bukan berarti mengabaikan aturan. Justru sebaliknya, yang dibutuhkan adalah kepastian dan pemahaman yang sesuai dengan realitas sektor kreatif digital.

Dengan regulasi yang jelas dan adaptif, developer bisa fokus berkarya tanpa dihantui ketidakpastian administratif.

Bagi gamer, memahami istilah seperti amortisasi membantu kita melihat bahwa di balik satu game yang kita nikmati, ada proses panjang dan perhitungan kompleks.

Industri ini bukan hanya soal hiburan, tetapi juga soal ekosistem ekonomi kreatif yang sedang berjuang tumbuh di negeri sendiri.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Latest in Gaming

See More