Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

Review Stella Sora, Pengalaman 3 Bulan yang Kurang Sempurna Namun Berkesan!

review stella sora - featured.jpg
Featured Image untuk Review Stella Sora (x/stellasoraen)
Intinya sih...
  • Gameplay roguelite yang menarik di awal, namun terasa monoton di akhir dengan fitur sweep yang menghemat waktu
  • Cerita menarik dengan alur plot yang kuat dan pilihan rute yang memberikan variasi cerita yang berbeda
  • Yostar berjanji untuk meningkatkan game dengan peningkatan fitur baru, termasuk mode ascension
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat Stella Sora pertama kali diumumkan, penulis sangat tertarik dengan entri yang dikembangkan secara inhouse oleh Yostar ini. Pasalnya, Stella Sora membawakan sebuah presentasi yang unik dengan visual yang mengingatkanmu pada Blue Archive.

Lalu, trailer yang memamerkan gameplay pun mulai diluncurkan. Disitulah hype penulis langsung meroket. Bagaimana tidak, game action 3D yang menawarkan gameplay roguelite terkesan unik, terlebih dengan, sekali lagi, vibe Blue Archive yang ditawarkan.

Stella Sora pun telah dirilis, dan sebelumnya penulis sempat membawakan rubrik Impresi singkat mengenai game ini.

Jadi, setelah tiga bulan ini, apakah Stella Sora masih worth it untuk dijajal terlepas dari isu yang diteriakkan oleh segelintir pemain? Well, mari kita bongkar melalui Review Stella Sora ini!

Spesifikasi Minimum Android

Operating System

Android 9.0

Processor

Snapdragon 865

Memory

6GB

Storage

12GB

Roguelite, Seru diawal, dilupakan diakhir.

review stella sora - selection screen.jpg
Gaskan kita Monolith! (ggwp/steven sianada)

Melalui Ascension, kamu akan diajak untuk menaklukkan sebuah tower yang dinamai sebagai Monolith.

Dari 20 lantai yang ada, kamu akan mendapatkan berbagai macam buff yang diberikan secara acak. Ini merupakan rutinitas yang menjadi ekspektasi awal penulis.

Sayangnya, hal ini hanya terjadi diawal-awal saja sebelum kamu bisa membuka fitur sweep.

Setelah fitur tersebut terbuka, alasan untuk menjalankan mode ascension secara penuh terasa tidak lagi worth it. Alasannya? Sweep lebih menghemat waktu! Jalankan difficulty terbaru sekali, dan kamu bisa sweep sepuasnya.

Yostar pun membawakan sebuah solusi untuk menangani mode sweep melalui tiket yang dibatasi.

Sayangnya, Yostar juga memberikan jumlah tiket yang begitu besar, baik dari daily hingga event, yang berakhir dengan tiket yang menumpuk di inventori. Menjalankan ascension secara manual pun menjadi sebuah hal yang dilupakan.

review stella sora - stair pass.jpg
Untuk apa buang-buang waktu di Monolith kalau bisa sweep? (ggwp/steven sianada)

Bagi para pemain yang tetap ingin menjalankan roguelite secara manual, tantangan yang ditawarkan pun terasa monoton. Tidak ada hal yang dianggap sulit, dari mob hingga boss yang ada, mereka tidak lebih dari sebuah rintangan kecil yang bisa dihabisi dalam beberapa saat.

Untuk saat ini, mode yang menjadi daya jual justru menjadi kelemahan terbesar bagi Stella Sora. Such a shame for otherwise a great idea.

Lho, Ceritanya Seru Begini?

review stella sora - chapter 3.jpg
Bukankah ini my... (ggwp/steven sianada)

Dari enam chapter utama yang ditawarkan saat ini, ada satu hal yang pasti; penulis skenario dibalik Stella Sora tahu bagaimana cara menarik perhatian para gamer. Alur cerita yang ditawarkan begitu menarik, bahkan penulis pun merasa bahwa game ini berpotensi menjadi lawan berat Blue Archive dari sisi cerita utama.

Dua chapter utama bisa disebut sebagai sebuah awal ringan yang membuka pengenalan bagi ketiga karakter yang akan menemani sang tokoh utama, Tyrant. Lalu, memasuki chapter tiga dan seterusnya, plot yang dibawa terus bergerak menuju satu plot penting yang juga ditemani dengan character development yang cukup kuat.

Bahkan, Stella Sora menawarkan sistem yang terasa unik; pilihan rute yang membawakan variasi cerita yang berbeda. Tidak seperti game gacha kebanyakan, umumnya pilihan dialog terkesan tidak penting. Di Stella Sora, terlebih pada chapter 6, pilihan rute memberikan alur cerita yang bisa berubah secara drastis.

Tidak lupa juga, interaksi karakter terasa begitu ekspresif. Tentu, kamu akan sangat jarang mendengar para karakter berbicara, namun gerakan setiap karakter terutama pada sisi animasi, memberikan impresi bahwa karakter tersebut benar-benar ekspresif.

Positif Yostar Akan Improve!

review stella sora - developer letter.jpg
Surat dari tim pengembangan Stella Sora (facebook/stella sora)

Di akhir tahun 2025 lalu, Yostar membagikan sebuah pesan cukup panjang. Singkat cerita, mereka menyadari bahwa Stella Sora memiliki sejumlah masalah sejak rilis, dan mereka menjanjikan sejumlah peningkatan yang nantinya akan diimplementasikan ke dalam game.

Penulis pun masih yakin bahwa Stella Sora akan bisa comeback dengan fitur-fitur baru yang bisa memanjakan para penggemar setianya. Salah satu hal yang masih mereka eksplorasi adalah mode ascension yang ingin mereka tingkatkan.

Untuk saat ini, Stella Sora mendapatkan rating 7/10, sebuah ide menarik yang sayangnya dibawakan secara kurang matang. Namun, dibalik ketidaksempurnaan tersebut, ada sebuah berlian mengkilau yang menunggu untuk kamu gapai.

Stella Sora
4/5

Stella Sora merupakan sebuah game top-down light action adventure yang dikembangkan oleh Yostar. Dalam game ini, kamu akan berperan sebagai seorang Tyrant yang terbangun di Monolith . Bersama dengan para Trekker dari guild bernama New Star, kamu akan berpetualang di Nova, mulai dari menaklukkan menara tinggi Monolith hingga berinteraksi dengan para karakter yang imut dan menawan. Akankah kamu membuka kembali ingatanmu yang hilang?

Genre

Top-Down Light Action Adventure

Developers

Yostar

Publisher

Yostar

Platform

Mobile (Android / iOS), PC

Price

Rp. 0

Screenshot Stella Sora

Share
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Latest in Gaming

See More

Review Stella Sora, Pengalaman 3 Bulan yang Kurang Sempurna Namun Berkesan!

15 Jan 2026, 11:00 WIBGaming