Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Mulai 2026, Semua Game di Indonesia Wajib Gunakan Rating IGRS
Dok. GGWP/Valya
  • Mulai tahun 2026, seluruh game yang beredar di Indonesia wajib menampilkan rating resmi dari Indonesia Game Rating System (IGRS) sesuai kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI).
  • Tita Ayuditya Surya dari KOMDIGI menjelaskan bahwa penerapan IGRS bersifat mandatory untuk memastikan klasifikasi usia pemain lebih jelas dan seragam di seluruh ekosistem industri game.
  • Saat ini beberapa platform masih dalam tahap integrasi sistem dengan IGRS, namun KOMDIGI mendorong publisher segera melakukan proses rating agar implementasi berjalan cepat dan konsisten.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah melalui KOMDIGI menetapkan bahwa mulai tahun 2026 seluruh game yang beredar di Indonesia wajib menggunakan sistem rating Indonesia Game Rating System (IGRS) sebagai klasifikasi usia resmi.
  • Who?
    Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) melalui Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Game, Tita Ayuditya Surya, bersama pelaku industri game dan platform distribusi digital.
  • Where?
    Pengumuman disampaikan dalam acara “Silaturahmi & Iftar Industri Game” di GoWork Pacific Place, Jakarta, serta berlaku untuk seluruh wilayah distribusi game di Indonesia.
  • When?
    Kebijakan diumumkan pada Rabu, 11 Maret 2026, dan mulai diberlakukan secara resmi sejak tahun 2026 dengan masa transisi bagi pelaku industri.
  • Why?
    Kebijakan ini bertujuan menghadirkan klasifikasi usia yang lebih jelas bagi pemain serta menyatukan standar rating game nasional agar sesuai dengan regulasi pemerintah.
  • How?
    Penerbit game diwajibkan menampilkan rating IGRS pada setiap produk. Platform digital sedang mengintegrasikan sistemnya dengan IGRS untuk memastikan implementasi berjalan seragam di seluruh ekosistem industri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) menegaskan bahwa Indonesia Game Rating System (IGRS) kini telah menjadi sistem rating yang wajib diterapkan oleh seluruh game yang beredar di Indonesia.

Kebijakan ini mulai berlaku sejak tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadirkan klasifikasi usia yang lebih jelas bagi para pemain.

Hal tersebut disampaikan oleh Tita Ayuditya Surya, Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Game KOMDIGI, saat menghadiri acara “Silaturahmi & Iftar Industri Game: Kupas Tuntas IGRS bersama UniPin & KOMDIGI” yang digelar pada Rabu (11/03/2026) di GoWork Pacific Place, Jakarta.

Menurut Tita, penerapan IGRS kini sudah masuk dalam kategori mandatory, sehingga setiap game yang dipasarkan di Indonesia harus menampilkan rating resmi dari sistem tersebut.

“Jadi untuk IGRS ini memang sudah mandatory ya. Ini sudah mulai berlaku dari tahun 2026. Seluruh game yang beredar di Indonesia harus menampilkan rating IGRS,” ujar Tita.

In Article GGWP_.png


Dok. GGWP/Valya

Ia menjelaskan bahwa saat ini beberapa platform distribusi game seperti toko aplikasi digital mungkin masih menampilkan sistem rating lama atau rating generik yang sudah digunakan sebelumnya. Namun, ke depan rating yang berlaku secara resmi dan wajib diimplementasikan adalah rating dari IGRS.

“Kalau sekarang kita melihat ada rating di Play Store misalnya, itu mungkin sifatnya generik rating atau rating yang terdahulu. Tapi yang berlaku, yang wajib untuk diimplementasikan adalah rating IGRS,” jelasnya.

Tita juga menambahkan bahwa alasan mengapa masih ada platform yang belum menampilkan rating IGRS kemungkinan disebabkan oleh proses integrasi sistem yang masih berjalan.

“Kenapa mungkin ada beberapa platform yang belum menampilkan, itu dari sisi mereka masih mungkin mengintegrasikan platformnya dengan sistem IGRS yang terbaru,” katanya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut sudah berlaku secara resmi. Saat ini sebagian pelaku industri masih berada dalam tahap penyesuaian atau transisi menuju implementasi penuh.

“Makanya sekarang ini sudah berlaku wajib, tapi teman-teman industri mungkin masih dalam proses integrasi atau ada proses transisi,” lanjut Tita.

Dok. GGWP/Valya

KOMDIGI juga mendorong para publisher atau penerbit game untuk langsung melakukan proses rating melalui sistem IGRS agar proses implementasi bisa berjalan lebih cepat dan seragam di seluruh ekosistem industri game di Indonesia.

“Makanya himbauannya dari kami, teman-teman penerbit langsung saja melakukan rating secara langsung ke IGRS. Karena pada akhirnya nanti pengguna dan masyarakat akan melihat dan mengacu pada apa yang dikeluarkan di sistem IGRS,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa sistem IGRS merupakan platform resmi yang dikelola oleh KOMDIGI sebagai lembaga rating game di Indonesia, sehingga informasi klasifikasi usia yang paling akurat dan terbaru akan tersedia melalui sistem tersebut.

“First and foremost karena itu adalah platform resmi dan layanan yang dijalankan oleh KOMDIGI sebagai lembaga rating Indonesia. Jadi informasi terakhir sebenarnya ada di situ,” pungkas Tita.

Apa itu Indonesia Game Rating System (IGRS)?

Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah sistem klasifikasi usia resmi untuk game yang beredar di Indonesia. Sistem ini dikelola oleh KOMDIGI dan bertujuan memberikan panduan kepada pemain serta orang tua mengenai kesesuaian konten game berdasarkan usia.

Apakah rating IGRS wajib untuk semua game di Indonesia?

Ya. Mulai tahun 2026, rating IGRS bersifat mandatory atau wajib. Artinya, seluruh game yang beredar dan dipasarkan di Indonesia harus menampilkan klasifikasi usia berdasarkan sistem IGRS.

Mengapa masih ada platform game yang belum menampilkan rating IGRS?

Beberapa platform distribusi game masih berada dalam tahap integrasi sistem dengan IGRS. Oleh karena itu, proses penyesuaian teknis dan transisi masih berlangsung di sebagian pelaku industri.

Bagaimana publisher game bisa mendapatkan rating IGRS?

Publisher atau penerbit game dapat langsung mengajukan proses klasifikasi melalui sistem resmi IGRS yang dikelola oleh KOMDIGI agar game mereka mendapatkan rating usia yang sesuai sebelum dipasarkan di Indonesia.

Editorial Team