Cygames EDGE mengungkap alasan di balik keputusan membuat kontrol karakter Where the Seeds Fall terasa berat, licin, dan tidak sepenuhnya presisi.
Berbeda dari kebanyakan game bertema ketinggian yang mengandalkan aktivitas memanjat, game ini justru menantang pemain untuk menuruni lingkungan vertikal yang berbahaya.
Setiap gerakan dan lompatan dirancang agar memiliki risiko, bahkan ketika pemain semakin dekat dengan permukaan tanah.
Keputusan tersebut bukan sekadar pilihan mekanisme permainan. Tim developer harus melalui proses pengujian dan perombakan kontrol setelah menemukan bahwa versi awal justru belum mampu menghadirkan ketegangan yang diinginkan.
Brand Producer Cygames EDGE, Hamada Shuichiro, membagikan cerita di balik proses pengembangan tersebut dalam wawancara bersama GGWP di sela-sela gamescom Asia x Thailand Game Show 2026 pada Sabtu (31/10).
Menurut Hamada, Where the Seeds Fall berawal dari kompetisi pengembangan game internal perusahaan. Nama game ini bahkan sudah ditentukan oleh Creative Director yang pertama kali mencetuskan konsepnya sejak tahap prototipe.
Judul tersebut memiliki makna yang berkaitan dengan kejatuhan atau keruntuhan, sesuai dengan inti permainan yang mengajak pemain melakukan perjalanan turun dari tempat tinggi.
Namun, membuat pengalaman turun yang menegangkan ternyata memiliki tantangan tersendiri. Dalam game yang berfokus pada aktivitas memanjat, rasa takut biasanya muncul karena pemain berada di ketinggian. Sebaliknya, dalam Where the Seeds Fall, pemain justru semakin dekat dengan tanah seiring berjalannya permainan. Tim developer harus mencari cara agar ketegangan itu tidak menghilang.
Table of Content

