Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Install

Lima Era dan Lima Kota Jadi Fondasi STRANGER THAN HEAVEN, Ini Ambisi RGG Studio

4 min read
Lima Era dan Lima Kota Jadi Fondasi STRANGER THAN HEAVEN, Ini Ambisi RGG Studio
Stranger Than Heaven (Dok. GGWP/Aditya)
  • STRANGER THAN HEAVEN mengikuti perjalanan Daito Makoto selama 50 tahun di lima era dan lima kota, dengan pilihan hubungan yang memengaruhi kesinambungan cerita.

  • Narasi berlatar 1915 mengangkat Daito berdarah Jepang-Amerika, diskriminasi, dan pencarian tempat diterima; Ado, Snoop Dogg, serta Satoshi Fujihara mengisi karakter penting.

  • RGG Studio menghadirkan pertarungan berbasis keterampilan seperti parry, opsi bantuan pemula, pengembangan gaya senjata, serta visual dan aktivitas kota yang memanfaatkan konsol generasi terbaru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

RGG Studio menyiapkan pengalaman yang berbeda melalui STRANGER THAN HEAVEN. Game terbaru ini membawa pemain mengikuti perjalanan hidup protagonis Daito Makoto selama 50 tahun, melintasi lima era dan lima kota.

Tidak hanya menawarkan cerita dengan rentang waktu panjang, game ini juga menghadirkan sistem pertarungan yang lebih menuntut keterampilan pemain, serta melibatkan sejumlah musisi ternama seperti Snoop Dogg, Ado, dan Satoshi Fujihara.

Berbagai detail mengenai pengembangan game tersebut diungkap langsung oleh Producer STRANGER THAN HEAVEN, Hiroyuki Sakamoto, dalam wawancara eksklusif yang berlangsung di sela-sela acara gamescom asia x Thailand Game Show 2026 pada Jumat (30/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sakamoto membahas pendekatan RGG Studio dalam membangun cerita, tantangan menghadirkan karakter dengan kemampuan bahasa berbeda, hingga perubahan gameplay yang membedakan game ini dari seri Like a Dragon.

  1. Cerita 50 Tahun Jadi Pembeda STRANGER THAN HEAVEN

    Salah satu keunikan utama STRANGER THAN HEAVEN adalah perjalanan cerita yang berlangsung selama 50 tahun. Menurut Sakamoto, pendekatan ini menjadi pembeda besar dibandingkan game Like a Dragon sebelumnya yang umumnya hanya berlangsung selama beberapa hari.

    Protagonis Daito Makoto akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Daito muda dan sosoknya setelah lima dekade bukanlah karakter yang sama, karena berbagai kesulitan dan pengalaman hidup akan membentuk identitas serta pandangannya terhadap dunia.

    “Perkembangan karakter dalam jangka panjang seperti inilah yang menjadi pembeda utama cerita game ini dari narasi utama yang pernah kami hadirkan sebelumnya,” jelas Sakamoto.

    Perjalanan tersebut juga memengaruhi hubungan Daito dengan karakter lain. Orang-orang yang tidak sempat ditemui atau dijalin hubungannya pada era sebelumnya tidak akan muncul pada era berikutnya. Dengan demikian, pilihan dan interaksi pemain ikut membentuk kesinambungan cerita.

    Latar belakang Daito sebagai pria berdarah campuran Jepang dan Amerika juga menjadi bagian penting narasi.

    Sakamoto menjelaskan bahwa cerita ini mengangkat sekelompok pria yang kehilangan tempat mereka di dunia dan berusaha menciptakan tempat untuk merasa diterima. Game berlatar tahun 1915 ini mengeksplorasi pengalaman diskriminasi dan pencarian tempat untuk pulang sebagai salah satu fondasi ceritanya.

  2. Ado dan Snoop Dogg Punya Peran Penting

    STRANGER THAN HEAVEN turut menarik perhatian lewat keterlibatan sejumlah musisi populer. Ado akan menjalani debutnya sebagai pengisi suara dengan memerankan Keiko, sementara Snoop Dogg mengisi suara Orpheus. Satoshi Fujihara juga terlibat sebagai Takashi.

    Sakamoto mengatakan, pemilihan pengisi suara berangkat dari kebutuhan cerita dan karakter. Untuk Keiko dan Takashi, tim mengutamakan sosok yang mampu bernyanyi sekaligus berakting. Sementara Orpheus memiliki peran penting dalam mengajari Daito tentang industri musik dan membimbingnya bernyanyi.

    Proses bekerja dengan Ado menjadi tantangan tersendiri. Tim harus meyakinkannya untuk bergabung, kemudian menjelaskan karakter melalui tim skenario dan rekaman suara. Kemampuan Ado ternyata melampaui ekspektasi.

    “Begitu proses rekaman benar-benar dimulai, kami menyadari bahwa Ado memiliki kemampuan akting dengan jangkauan yang luar biasa,” ungkap Sakamoto.

    Tantangan lain muncul karena karakter dalam game menggunakan bahasa Jepang dan Inggris, termasuk berbagai aksen. Snoop Dogg pun diarahkan untuk memadukan kepribadian khasnya sebagai musisi dengan dialog yang sesuai latar cerita, sehingga penampilannya tidak terdengar terlalu modern.

  3. Sistem Pertarungan Lebih Menuntut Keterampilan Pemain

    Berbeda dari sejumlah game Like a Dragon sebelumnya, STRANGER THAN HEAVEN dirancang dengan pertarungan yang lebih mengandalkan kemampuan pemain. Mekanisme seperti parry menjadi bagian penting untuk menghadapi musuh.

    Sakamoto mengakui sistem ini mungkin terasa sulit pada awalnya. Namun, tim telah menyempurnakan keseimbangan tingkat kesulitan dan responsivitas kontrol berdasarkan masukan pemain yang mencoba demo di berbagai acara, termasuk gamescom Asia.

    Game ini juga menyediakan tutorial, pengaturan tingkat kesulitan, serta item bantuan. Salah satunya dapat mempercepat regenerasi HP, sementara item lain memungkinkan pemain pemula menyelesaikan pertarungan dengan serangan dasar.

    Pemain juga dapat mengembangkan gaya bertarung selama perjalanan Daito. Senjata akan terikat pada gaya tertentu, sehingga pemain bisa berganti senjata sesuai pendekatan bertarung yang digunakan. RGG Studio akhirnya menghapus mekanisme dual-wield agar sistem tidak menjadi terlalu rumit.

  4. Manfaatkan Teknologi Konsol Generasi Terbaru

    STRANGER THAN HEAVEN menjadi game RGG Studio yang meninggalkan platform generasi sebelumnya seperti PS4 dan Xbox One. Keputusan ini memungkinkan tim berfokus pada kemampuan konsol generasi sekarang, termasuk PS5.

    Sakamoto menyebut keterbatasan perangkat keras sebelumnya membuat tim harus membatasi jumlah karakter yang tampil bersamaan. Kini, mereka dapat menghadirkan lebih banyak karakter di layar sekaligus meningkatkan kualitas visual.

    Perubahan juga diterapkan pada sistem toko, pengelolaan item, dan perkembangan karakter. Pemain dapat melihat menu restoran secara langsung, sementara jumlah item pemulihan yang bisa dibawa kini dibatasi untuk menjaga ketegangan pertarungan. Bahkan, aktivitas sederhana seperti berjalan-jalan di kota dapat memberikan pengalaman untuk meningkatkan atribut Daito.

    Melalui berbagai pendekatan tersebut, RGG Studio ingin membuat setiap aktivitas terasa berkontribusi terhadap perjalanan hidup protagonis. Sakamoto juga memastikan game ini menyediakan tantangan tingkat tinggi bagi pemain yang menyukai kesulitan ekstrem. Meski belum bersedia mengungkap detail quest khusus, ia menegaskan bahwa tingkat kesulitan tertinggi STRANGER THAN HEAVEN akan sangat menantang.

    FAQ

    Apa itu game STRANGER THAN HEAVEN?

    STRANGER THAN HEAVEN adalah game terbaru dari RGG Studio yang mengisahkan perjalanan hidup Daito Makoto selama 50 tahun. Ceritanya berlangsung dalam lima era dan lima kota berbeda, dengan latar Jepang pada 1915.

    Siapa saja pengisi suara karakter di STRANGER THAN HEAVEN?

    STRANGER THAN HEAVEN menghadirkan sejumlah nama terkenal, termasuk Ado sebagai Keiko, Snoop Dogg sebagai Orpheus, dan Satoshi Fujihara sebagai Takashi.

    Bagaimana sistem pertarungan STRANGER THAN HEAVEN?

    Game ini mengusung sistem pertarungan yang lebih mengandalkan kemampuan pemain. Parry menjadi salah satu elemen penting, sementara gaya bertarung Daito akan berkembang seiring perjalanan hidupnya. Pemain juga dapat memilih tingkat kesulitan dan menggunakan item bantuan.

    Apakah STRANGER THAN HEAVEN memiliki hubungan cerita dengan seri Like a Dragon?

    STRANGER THAN HEAVEN merupakan game dengan cerita dan karakter tersendiri. Meski dikembangkan oleh RGG Studio, game ini menawarkan pendekatan berbeda dari seri Like a Dragon, terutama melalui kisah perjalanan hidup protagonis selama 50 tahun.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More