Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

Valve Minta Maaf soal Polemik Rating IGRS di Steam, Ini Klarifikasinya

Valve Minta Maaf soal Polemik Rating IGRS di Steam, Ini Klarifikasinya
Berbagai Sumber
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Valve meminta maaf atas kesalahan teknis yang menyebabkan label rating IGRS di Steam tampil tidak sesuai, memicu kebingungan di kalangan gamer Indonesia.
  • Perusahaan menjelaskan bahwa sistem klasifikasi usia tersebut masih dalam tahap pengembangan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital selama lebih dari dua tahun.
  • Label IGRS sementara dicabut dari Steam setelah dinyatakan belum resmi oleh pemerintah, dan proses penyempurnaan sistem rating berbasis IGRS masih terus berjalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Valve akhirnya angkat bicara terkait polemik sistem klasifikasi Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform Steam yang sempat ramai diperbincangkan oleh komunitas gamer di Indonesia.

Beberapa waktu lalu, para pengguna Steam di Tanah Air menemukan sejumlah kejanggalan pada label rating usia yang muncul di halaman beberapa game. Hal ini memicu perdebatan luas di komunitas karena rating yang ditampilkan dianggap tidak sesuai dengan konten game yang sebenarnya.

Beberapa game dengan muatan konten seksual maupun kekerasan ekstrem justru terlihat mendapatkan label 3+, yang berarti aman dimainkan oleh anak usia tiga tahun ke atas. Sebaliknya, sejumlah game populer yang telah meraih berbagai penghargaan global malah diberi label “tidak layak untuk didistribusikan di Indonesia.”

Temuan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan forum komunitas gamer.

Table of Content

Valve Akui Ada Kesalahan Teknis

Valve Akui Ada Kesalahan Teknis

Valve Minta Maaf soal Polemik Rating IGRS di Steam, Ini Klarifikasinya
Sumber: Steam

Menanggapi polemik yang berkembang, Valve selaku perusahaan induk dari Steam akhirnya merilis pernyataan resmi melalui laman Steam pada Rabu (8/4/2026).

Dalam pernyataannya, Valve menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), selama lebih dari dua tahun untuk mengembangkan sistem tampilan rating usia bagi pengguna Steam di Indonesia.

Menurut Valve, sistem yang sedang dikembangkan bertujuan memanfaatkan informasi yang diberikan oleh para pengembang game untuk menghasilkan klasifikasi usia berdasarkan regulasi IGRS.

“Valve telah berkomunikasi selama lebih dari dua tahun dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), lembaga yang mengawasi Indonesia Gaming Rating System (IGRS), dalam upaya kami untuk membangun sistem tampilan peringkat usia bagi pelanggan Steam di Indonesia,” tulis Valve dalam pernyataan resminya.

Valve menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang untuk memberikan informasi kepada pengguna mengenai konten game serta kelompok usia minimum yang menjadi target pemain dari setiap judul.

Namun, perusahaan tersebut mengakui bahwa terjadi kesalahan dalam proses implementasi awal sistem tersebut.

“Sebuah kesalahan teknis dan miskomunikasi mengakibatkan peringkat yang salah dan tidak lengkap ditampilkan sementara di Steam antara tanggal 2 April dan 5 April. Kami telah menghapusnya untuk meminimalkan potensi kebingungan,” lanjut Valve.

Valve juga menambahkan bahwa masih ada sejumlah tahap yang harus diselesaikan sebelum sistem tersebut benar-benar siap menampilkan klasifikasi usia yang telah disetujui oleh IGRS untuk pengguna di Indonesia.

“Kami mohon maaf atas kebingungan yang mungkin disebabkan oleh kesalahan ini,” tulis Valve.

Label IGRS Sempat Dicabut dari Steam

Valve Minta Maaf soal Polemik Rating IGRS di Steam, Ini Klarifikasinya
Sumber: Unsplash.com

Sebelumnya, pengguna Steam memang sempat menyadari bahwa label rating IGRS yang memicu polemik tersebut telah dicabut dari platform. Saat ini, halaman game di Steam kembali menampilkan sistem rating lain seperti PEGI.

Di sisi lain, Komdigi sebelumnya menegaskan bahwa rating IGRS yang sempat terlihat di Steam bukan merupakan klasifikasi resmi yang telah diverifikasi oleh pemerintah Indonesia.

Kemunculan rating yang tidak sesuai dengan konten game tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia bagi pemain.

Dengan adanya klarifikasi dari Valve, polemik rating IGRS di Steam kini mulai menemukan titik terang. Meski begitu, proses pengembangan sistem klasifikasi usia berbasis IGRS untuk platform Steam di Indonesia tampaknya masih membutuhkan waktu sebelum benar-benar diterapkan secara resmi.

FAQ

Mengapa rating IGRS di Steam sempat menjadi kontroversi?

Kontroversi muncul setelah gamer menemukan beberapa game dengan konten seksual dan kekerasan ekstrem justru diberi rating 3+. Di sisi lain, sejumlah game populer malah diberi label tidak layak didistribusikan di Indonesia, sehingga memicu kebingungan di kalangan pemain.

Apa penjelasan Valve terkait rating IGRS di Steam?

Valve menyatakan bahwa munculnya rating yang tidak akurat di Steam disebabkan oleh kesalahan teknis dan miskomunikasi dalam proses pengembangan sistem klasifikasi usia berbasis IGRS untuk pengguna di Indonesia.

Apakah rating IGRS di Steam merupakan klasifikasi resmi pemerintah Indonesia?

Tidak. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa rating IGRS yang sempat muncul di Steam bukan merupakan klasifikasi resmi yang telah diverifikasi oleh pemerintah Indonesia.

Apakah sistem rating IGRS akan kembali muncul di Steam?

Valve menyebut sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan. Masih ada beberapa langkah yang harus diselesaikan sebelum Steam dapat menampilkan rating usia yang telah disetujui oleh IGRS untuk pengguna di Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Valya Annisya
EditorValya Annisya
Follow Us

Latest in Gaming

See More