Menanggapi polemik yang berkembang, Valve selaku perusahaan induk dari Steam akhirnya merilis pernyataan resmi melalui laman Steam pada Rabu (8/4/2026).
Dalam pernyataannya, Valve menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), selama lebih dari dua tahun untuk mengembangkan sistem tampilan rating usia bagi pengguna Steam di Indonesia.
Menurut Valve, sistem yang sedang dikembangkan bertujuan memanfaatkan informasi yang diberikan oleh para pengembang game untuk menghasilkan klasifikasi usia berdasarkan regulasi IGRS.
“Valve telah berkomunikasi selama lebih dari dua tahun dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), lembaga yang mengawasi Indonesia Gaming Rating System (IGRS), dalam upaya kami untuk membangun sistem tampilan peringkat usia bagi pelanggan Steam di Indonesia,” tulis Valve dalam pernyataan resminya.
Valve menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang untuk memberikan informasi kepada pengguna mengenai konten game serta kelompok usia minimum yang menjadi target pemain dari setiap judul.
Namun, perusahaan tersebut mengakui bahwa terjadi kesalahan dalam proses implementasi awal sistem tersebut.
“Sebuah kesalahan teknis dan miskomunikasi mengakibatkan peringkat yang salah dan tidak lengkap ditampilkan sementara di Steam antara tanggal 2 April dan 5 April. Kami telah menghapusnya untuk meminimalkan potensi kebingungan,” lanjut Valve.
Valve juga menambahkan bahwa masih ada sejumlah tahap yang harus diselesaikan sebelum sistem tersebut benar-benar siap menampilkan klasifikasi usia yang telah disetujui oleh IGRS untuk pengguna di Indonesia.
“Kami mohon maaf atas kebingungan yang mungkin disebabkan oleh kesalahan ini,” tulis Valve.