Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

Ini Alasan OpenAI Tutup Sora AI

Ini Alasan OpenAI Tutup Sora AI
Open AI tutup Sora (Dok. Codepolitan)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • OpenAI resmi menghentikan Sora AI karena kebutuhan komputasi yang meningkat dan efisiensi jangka panjang, mengalihkan fokus tim ke riset simulasi dunia untuk mendukung pengembangan robotika.
  • Model bisnis Sora dinilai tidak berkelanjutan meski sempat populer, sementara kerja sama dengan Disney dihentikan seiring perubahan arah perusahaan menuju teknologi yang lebih berdampak nyata.
  • Sora menghadapi tekanan regulasi dan etika terkait hak cipta serta kemiripan wajah, di tengah persaingan ketat industri AI yang mendorong OpenAI fokus pada solusi bisnis terintegrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

OpenAI resmi menghentikan Sora, aplikasi pembuat video berbasis kecerdasan buatan yang sempat menjadi sorotan sejak peluncurannya pada September 2025.

Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyebut bahwa penghentian Sora dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian prioritas di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi.

Teknologi generatif video seperti Sora memang dikenal membutuhkan sumber daya yang sangat besar, baik dari sisi infrastruktur maupun biaya operasional.

Kondisi ini memaksa perusahaan untuk melakukan kompromi terhadap produk-produk yang dianggap kurang efisien secara jangka panjang.

Sora AI (Dok. NBC News).jpg
Open AI tutup Sora (Dok. NBC News)

“Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi, tim Sora akan fokus pada riset simulasi dunia untuk mendukung pengembangan robotika,” ujar perwakilan OpenAI.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan mulai mengalihkan fokus dari produk hiburan menuju teknologi yang memiliki dampak langsung pada dunia fisik.

Selain faktor biaya, model bisnis Sora juga menjadi pertanyaan sejak awal.

Meski sempat menduduki peringkat atas di App Store dan menarik perhatian publik, belum ada kejelasan bagaimana aplikasi ini dapat menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.

Dalam industri yang bergerak cepat seperti AI, popularitas tanpa monetisasi yang jelas sering kali tidak cukup untuk mempertahankan sebuah produk.

Di sisi lain, Sora juga menghadapi tekanan dari aspek regulasi dan etika. Sejak awal peluncurannya, platform ini menuai kritik terkait penggunaan hak cipta dan kemiripan wajah individu dalam konten yang dihasilkan AI.

Kekhawatiran terhadap penyebaran misinformasi serta fenomena “AI slop” turut memperburuk persepsi publik terhadap aplikasi ini.

Sora AI (Dok. Open AI).png
Kesepakatan OpenAI dengan Disney (Dok. Open AI)

Kesepakatan OpenAI dengan Disney pada Desember 2025 yang memungkinkan penggunaan karakter dalam video AI sempat dianggap sebagai langkah strategis untuk memperluas ekosistem Sora.

Namun, seiring perubahan arah perusahaan, kerja sama tersebut dipastikan tidak akan berlanjut.

Disney dalam pernyataannya menyebut menghormati keputusan OpenAI dan akan tetap mengeksplorasi teknologi AI dengan pendekatan yang lebih bertanggung jawab terhadap hak kekayaan intelektual.

Faktor kompetisi juga tidak bisa diabaikan. OpenAI kini menghadapi persaingan ketat dari perusahaan lain seperti Anthropic dan Google yang terus menghadirkan inovasi, termasuk dalam bidang video generatif.

Dalam situasi ini, fokus pada produk yang lebih menjanjikan secara bisnis menjadi langkah yang dinilai lebih strategis.

sora ai (Dok. BBC).jpg
Open AI tutup Sora (Dok. BBC)

Lebih jauh, laporan sebelumnya menyebut bahwa OpenAI mulai mengalihkan perhatian dari produk konsumen yang tersebar ke solusi yang lebih terintegrasi dan berorientasi bisnis.

Rencana pengembangan “superapp” yang menggabungkan berbagai layanan seperti ChatGPT dan alat pengembang menjadi indikasi bahwa perusahaan ingin memperkuat posisi di pasar profesional.

Penghentian Sora juga menjadi simbol dari cepatnya dinamika industri AI.

Produk yang dalam hitungan bulan menjadi fenomena global, bisa dengan cepat ditinggalkan ketika tidak lagi sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan.

Meski demikian, OpenAI memastikan akan memberikan opsi bagi pengguna untuk mengekspor dan menyimpan konten yang telah dibuat.

Detail terkait timeline penghentian layanan dan akses pengguna akan diumumkan dalam waktu dekat.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Latest in Tech

See More