Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

7 Serial Netflix dengan Final Episode Paling Menyedihkan

Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan
Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan (screenrant.com)
Intinya sih...
  • Serial Netflix dengan ending paling menyedihkan biasanya tidak memberi penutup manis, tapi justru jujur dan manusiawi. Kesedihan datang dari kehilangan, ketidakadilan, dan hal-hal yang tak bisa diperbaiki.
  • Dari Grey’s Anatomy sampai When They See Us, emosi dibangun lewat perjalanan karakter panjang atau tragedi nyata. Final episode-nya terasa seperti perpisahan yang meninggalkan luka.
  • Ending sedih membuat serial lebih membekas karena memaksa penonton merenung, bukan sekadar puas. Bukan bahagia, tapi berkesan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Netflix dikenal sebagai rumah bagi banyak serial populer lintas genre, dari drama medis, animasi dewasa, hingga kisah nyata yang memilukan.

Namun, ada beberapa serial yang bukan hanya sukses membangun cerita, tapi juga berhasil menghancurkan emosi penontonnya lewat episode terakhir yang begitu menyayat hati.

Final episode ini bukan sekadar penutup, melainkan pukulan emosional yang membekas lama setelah layar gelap.

Berikut tujuh serial Netflix dengan final episode paling menyedihkan yang siap membuat kamu merenung, menangis, dan merasa kosong setelah menontonnya.

1. Grey’s Anatomy

Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan
Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan (screenrant.com)

Sebagai salah satu serial medis terpanjang dan paling ikonik, Grey’s Anatomy sudah terbiasa menguras emosi penontonnya sejak episode pertama.

Berlatar di rumah sakit fiktif Seattle Grace Mercy West, serial ini menyuguhkan kisah cinta, persahabatan, kehilangan, dan trauma para dokter dengan cara yang sangat personal.

Final episodenya terasa menyedihkan karena menutup perjalanan panjang karakter-karakter yang sudah terasa seperti keluarga sendiri.

Banyak momen perpisahan, refleksi hidup, dan konsekuensi pilihan yang membuat penonton sadar bahwa waktu terus berjalan.

Rasa kehilangan begitu kuat, terutama bagi penggemar lama yang tumbuh bersama serial ini selama bertahun-tahun.

2. Pose

Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan
Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan (screenrant.com)

Diciptakan oleh Ryan Murphy, Pose adalah serial yang indah sekaligus menyakitkan. Berlatar dunia ballroom underground New York era 1980-an, serial ini mengangkat kisah komunitas queer, keluarga pilihan, dan perjuangan hidup di tengah krisis AIDS.

Final episode Pose terasa sangat emosional karena memadukan rasa syukur, kehilangan, dan ketidakadilan hidup dalam satu paket yang realistis.

Penonton tidak hanya menangisi nasib karakter, tetapi juga kenyataan pahit sejarah yang mereka wakili.

Penutupnya terasa seperti penghormatan terakhir bagi mereka yang sering terlupakan, membuat kesedihannya terasa lebih dalam dan bermakna.

3. BoJack Horseman

Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan
Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan (screenrant.com)

Jangan tertipu oleh bentuk animasinya, karena BoJack Horseman adalah salah satu serial paling depresif yang pernah ada di Netflix.

Mengisahkan mantan bintang sitkom tahun 90-an yang terjebak dalam kecanduan dan kebencian terhadap diri sendiri, serial ini menggali isu kesehatan mental dengan sangat jujur.

Final episode-nya menyedihkan bukan karena tragedi besar, tetapi karena kesunyian dan ketidakpastian.

Tidak semua masalah selesai, tidak semua luka sembuh. Justru di situlah kekuatannya. Penonton ditinggalkan dengan rasa hampa, seolah menyadari bahwa hidup memang sering kali berjalan tanpa penutup yang rapi.

4. 13 Reasons Why

Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan
Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan (screenrant.com)

Berdasarkan novel karya Jay Asher, 13 Reasons Why sejak awal sudah membawa tema berat tentang bunuh diri, trauma, dan dampaknya bagi orang-orang di sekitar korban.

Final episode serial ini terasa sangat menyedihkan karena memperlihatkan konsekuensi jangka panjang dari luka emosional yang dialami para karakternya. Tidak semua karakter mendapatkan akhir bahagia, dan itu terasa sangat realistis.

Kesedihannya datang dari kesadaran bahwa beberapa hal tidak bisa diperbaiki, hanya bisa diterima. Meski sering dianggap berlebihan, penutup serial ini tetap berhasil meninggalkan rasa pilu yang mendalam.

5. When They See Us

Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan
Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan (screenrant.com)

Berbeda dari serial fiksi, When They See Us terasa jauh lebih menyakitkan karena diangkat dari kisah nyata.

Miniseri karya Ava DuVernay ini menceritakan tragedi “Central Park Five”, lima remaja kulit hitam yang dipenjara secara tidak adil.

Final episode-nya sangat emosional karena memperlihatkan dampak panjang dari sistem hukum yang gagal.

Bukan hanya kebebasan yang direnggut, tapi juga masa depan, keluarga, dan identitas diri. Kesedihan dalam penutup serial ini terasa nyata dan marah sekaligus, membuat penonton merenung tentang keadilan dan empati.

6. The Fosters

Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan
Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan (screenrant.com)

The Fosters adalah drama keluarga yang hangat, namun penuh air mata. Mengisahkan pasangan lesbian yang membesarkan anak-anak dari latar belakang berbeda, serial ini menyoroti isu adopsi, identitas, dan trauma masa lalu.

Final episodenya terasa menyedihkan karena harus melepaskan dinamika keluarga yang sudah terasa begitu akrab.

Banyak momen refleksi, pertumbuhan, dan perpisahan yang terasa sangat manusiawi. Penonton dibuat sadar bahwa setiap keluarga akan berubah seiring waktu. Kesedihan di akhir serial ini bukan karena tragedi besar, melainkan karena harus mengucapkan selamat tinggal.

7. Orange Is the New Black

Serial Netflix Ending Sedih
Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan (screenrant.com)

Sebagai salah satu serial original Netflix paling sukses, Orange Is the New Black menutup perjalanannya dengan nada yang pahit-manis.

Berlatar kehidupan penjara perempuan, serial ini tidak hanya fokus pada Piper Chapman, tetapi juga karakter-karakter lain dengan kisah hidup yang tragis.

Final episodenya menyedihkan karena memperlihatkan realitas sistem penjara yang tidak adil dan sulit dihindari.

Tidak semua karakter mendapatkan akhir yang mereka harapkan. Beberapa berakhir lebih buruk, beberapa hanya bertahan. Penonton ditinggalkan dengan rasa sedih sekaligus marah terhadap kenyataan sosial yang digambarkan.

Ketujuh serial Netflix di atas membuktikan bahwa final episode tidak selalu harus bahagia untuk terasa kuat dan berkesan. Justru melalui kesedihan, kehilangan, dan ketidakadilan, cerita-cerita ini terasa lebih jujur dan dekat dengan realitas hidup.

Episode terakhir yang menyedihkan sering kali membuat penonton merenung lebih lama, bahkan setelah serial berakhir. Jika kamu siap secara emosional, serial-serial ini layak ditonton ulang atau direkomendasikan, dengan satu catatan penting: siapkan tisu sebelum menekan tombol play.

FAQ Pertanyaan Singkat Soal Serial Netflix Menyedihkan

1. Apakah semua serial di atas tersedia di Netflix Indonesia?

Sebagian besar tersedia, namun katalog bisa berbeda tergantung wilayah.

2. Serial mana yang paling bikin nangis?

When They See Us dan Pose sering dianggap paling emosional.

3. Apakah BoJack Horseman cocok untuk semua umur?

Tidak, serial ini ditujukan untuk penonton dewasa karena temanya berat.

4. Apakah Grey’s Anatomy sudah tamat?

Belum sepenuhnya, namun beberapa final season-nya sangat emosional.

5. Serial mana yang berdasarkan kisah nyata?

When They See Us diangkat dari kasus nyata Central Park Five.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Latest in Entertainment

See More

7 Serial Netflix dengan Final Episode Paling Menyedihkan

28 Jan 2026, 12:00 WIBEntertainment