Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
EVOS Divine Gagal ke Grand Finals, Adien Ungkap Masalah di Balik Performa Tim
EVOS Divine (Dok. Garena Free Fire Indonesia)
  • EVOS Divine gagal ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall setelah finis posisi ke-12 Knockout Stage Fase 2 Week 4 dengan 147 poin tanpa Booyah.
  • Perubahan mendadak roster akibat Reyy dan Rasyah beristirahat membuat Ikal serta FaizMKS minim persiapan, sementara kehilangan figur pendukung dan kekalahan FFCM memengaruhi mental tim.
  • EVOS Divine harus kembali melalui FFNS untuk musim berikutnya dan absen dari FFWS Global Finals Thailand 2026; manajer Adien meminta maaf kepada EVOS Fams.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    EVOS Divine gagal lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall setelah menempati peringkat ke-12 Knockout Stage Fase 2 Week 4 dengan total 147 poin.
  • Who?
    EVOS Divine, manajer Adien, pemain Ikal dan FaizMKS, serta mantan pemain Reyy dan Rasyah terlibat dalam perubahan roster tim.
  • Where?
    Persaingan berlangsung di FFWS SEA 2026 Fall tingkat Asia Tenggara; Grand Finals direncanakan berlangsung di Surabaya.
  • When?
    EVOS Divine tersingkir pada akhir Knockout Stage Fase 2 Week 4 FFWS SEA 2026 Fall, setelah tiga hari pertandingan Week 4.
  • Why?
    Menurut Adien, perubahan roster mendadak, waktu persiapan terbatas, adaptasi pemain baru, kehilangan dukungan personal, serta dampak kekalahan di FFCM memengaruhi performa dan mental tim.
  • How?
    EVOS mencoba bermain lebih agresif untuk mengejar GOW pada matchday ketiga Week 4, tetapi tidak berhasil. Tim tidak meraih Booyah sepanjang Week 4 dan harus kembali melalui jalur FFNS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
EVOS Divine tidak masuk Grand Finals Free Fire. Mereka jadi nomor 12 dan dapat 147 poin. Reyy dan Rasyah istirahat, lalu Ikal dan FaizMKS masuk. Mereka belum punya banyak waktu untuk cocok bermain bersama. Adien bilang tim juga sedih dan tertekan. Sekarang EVOS harus main lagi dari FFNS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perjalanan EVOS Divine di FFWS SEA 2026 Fall harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Sang juara dunia Esports World Cup (EWC) Free Fire 2025 tersebut gagal mengamankan tiket ke Grand Finals setelah finis di posisi ke-12 pada klasemen akhir Knockout Stage Fase 2 Week 4.

Hasil tersebut membuat EVOS Divine harus turun kembali ke kompetisi nasional melalui Free Fire Nusantara Series (FFNS). Padahal, sebelumnya EVOS menjadi salah satu tim yang diperhitungkan setelah berhasil mengukir prestasi besar di panggung dunia.

Kegagalan ini pun menjadi semakin mengejutkan karena EVOS Divine harus melewati perubahan roster yang cukup besar sebelum menjalani persaingan FFWS SEA 2026 Fall.

Dua pemain yang sebelumnya menjadi bagian penting dari tim, Reyy dan Rasyah, memilih untuk beristirahat dari kompetisi. Posisi mereka kemudian diisi oleh Ikal dan FaizMKS.

Namun, perubahan tersebut belum mampu langsung mengangkat performa EVOS. Dengan waktu persiapan yang sangat terbatas, roster baru harus segera beradaptasi sekaligus menghadapi ketatnya persaingan di level Asia Tenggara.

In Article GGWP_.png


Kehilangan Sosok Penting Jadi Salah Satu Faktor

Manajer EVOS Divine, Adien, mengungkapkan bahwa persoalan EVOS bukan hanya berkaitan dengan permainan di dalam pertandingan. Menurutnya, perubahan yang terjadi secara mendadak turut memberikan dampak terhadap kondisi personal para pemain.

“Dari sisi personal, anak-anak seperti kehilangan sosok yang biasa mendukung mereka. Ada bagian penting dari tim yang pergi secara tiba-tiba,” ujar Adien.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi coaching staff. Setelah kehilangan sejumlah pemain, tim harus bergerak cepat untuk mencari pengganti. Masalahnya, proses tersebut berlangsung ketika EVOS juga masih harus menjalani pertandingan di EWC.

Alhasil, waktu untuk mempersiapkan roster baru menjadi sangat terbatas. Bahkan, EVOS tidak memiliki kesempatan untuk menjalani proses trial secara maksimal sebelum menentukan pemain yang akan mengisi posisi kosong.

Situasi ini membuat Ikal dan FaizMKS harus langsung beradaptasi dengan sistem permainan EVOS dalam kondisi kompetisi yang sudah berjalan. Membangun chemistry, memahami pola komunikasi, sekaligus menyatukan visi permainan tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Kekalahan di FFCM Turut Memengaruhi Mental Tim

Selain perubahan roster, kondisi mental juga menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi perjalanan EVOS Divine. Adien menyebut kekalahan di FFCM memberikan pukulan tersendiri bagi tim.

Tekanan tersebut semakin terasa ketika EVOS memasuki Week 4 FFWS SEA 2026 Fall. Mereka membutuhkan performa maksimal untuk mengejar posisi aman dan mempertahankan peluang menuju Grand Finals di Surabaya.

EVOS sebenarnya mencoba mengubah pendekatan permainan dengan tampil lebih agresif. Pada matchday ketiga Week 4, misalnya, mereka berusaha mengejar GOW yang hanya berjarak sekitar dua hingga tiga poin.

Namun, strategi tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan.

“Kami mencoba bermain agresif dan mengejar GOW yang hanya berjarak dua sampai tiga poin pada matchday ketiga Week 4, tetapi tetap gagal,” lanjut Adien.

Pada akhirnya, EVOS Divine hanya mampu mengoleksi 147 poin dan harus puas berada di posisi ke-12. Mereka juga tidak mendapatkan Booyah sepanjang tiga hari pertandingan di Week 4.

EVOS Divine Harus Kembali dari Bawah

Kegagalan melaju ke Grand Finals membuat EVOS Divine harus menerima konsekuensi lain. Mereka kini harus kembali berjuang melalui jalur FFNS untuk mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi level regional pada musim berikutnya.

Bagi tim yang sebelumnya mengangkat trofi juara dunia, perjalanan menuju panggung regional dari kompetisi nasional tentu bukan situasi yang mudah. Namun, kegagalan di FFWS SEA 2026 Fall juga dapat menjadi momentum bagi EVOS untuk mengevaluasi seluruh aspek tim.

Mulai dari komposisi roster, proses regenerasi pemain, chemistry, persiapan kompetisi, hingga kesiapan mental harus menjadi bahan evaluasi jika EVOS ingin kembali ke level teratas.

Apalagi, persaingan Free Fire Indonesia tidak pernah mudah. Tim-tim lain terus berkembang dan berlomba membangun roster terbaik. EVOS pun harus menemukan kembali identitas permainan yang sebelumnya membawa mereka menjadi juara dunia.

Pesan Adien untuk EVOS Fams

Di tengah hasil mengecewakan tersebut, Adien tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada EVOS Fams yang tetap memberikan dukungan sepanjang perjalanan tim.

Ia juga secara terbuka meminta maaf karena EVOS Divine gagal mencapai target untuk tampil di Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall sekaligus harus kehilangan kesempatan tampil di FFWS Global Finals Thailand 2026.

“Untuk EVOS Fams, terima kasih banyak karena selalu mendukung EVOS Divine. Saya minta maaf karena kami tidak bisa tampil di Grand Finals FFWS SEA dan juga harus absen dari FFWS Global Finals Thailand 2026,” ungkap Adien.

Kegagalan ini memang menjadi akhir yang pahit bagi EVOS Divine di FFWS SEA 2026 Fall. Namun, perjalanan mereka belum selesai.

Kini, EVOS memiliki pekerjaan besar untuk membangun kembali tim dari bawah. Jika mampu menjadikan kegagalan ini sebagai bahan evaluasi dan bukan sekadar penyesalan, perjalanan menuju FFNS dapat menjadi awal dari proses kebangkitan Macan Putih.

Bagi EVOS Fams, dukungan pun akan menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Sebab, setelah pernah berdiri di puncak dunia, EVOS Divine kini harus kembali berjuang untuk merebut tempatnya di panggung Free Fire Asia Tenggara.

Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.

FAQ

Mengapa EVOS Divine gagal lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall?

EVOS Divine finis di posisi ke-12 pada Knockout Stage Fase 2 Week 4 dengan 147 poin. Salah satu faktor utamanya adalah perubahan roster secara mendadak, minimnya waktu persiapan, serta dampak kekalahan sebelumnya terhadap mental pemain.

Siapa pemain yang menggantikan Reyy dan Rasyah di EVOS Divine?

Posisi Reyy dan Rasyah yang memilih beristirahat dari kompetisi diisi oleh Ikal dan FaizMKS. Namun, keduanya harus beradaptasi dalam waktu yang terbatas karena EVOS tidak sempat menjalani proses trial secara maksimal.

Apa yang akan dilakukan EVOS Divine setelah gagal ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall?

EVOS Divine harus kembali berjuang melalui Free Fire Nusantara Series (FFNS). Kompetisi tersebut menjadi jalur bagi EVOS untuk membangun kembali kekuatan dan mengejar kesempatan tampil di panggung regional pada musim berikutnya.

Apa pesan EVOS Divine untuk EVOS Fams setelah gagal lolos?

Manajer EVOS Divine, Adien, menyampaikan terima kasih atas dukungan EVOS Fams sekaligus meminta maaf karena tim tidak mampu tampil di Grand Finals FFWS SEA dan harus absen dari FFWS Global Finals Thailand 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article