Impresi Singkat Neverness to Everness: Masih Perlu dimasak Lagi!

- Beta test untuk Neverness to Everness mulai mengudara sejak 6 Februari yang akan berlangsung selama dua minggu.
- Ada cukup banyak kekurangan yang dirasa menurunkan keseruan saat bermain Neverness to Everness, seperti performa yang tidak stabil serta handling yang terasa kaku.
- NTE dikabarkan akan dirilis secara penuh pada pertengahan Mei tahun ini.
Fase CoEx Test untuk Neverness to Everness akhirnya telah dibuka! Para gamer yang penasaran dengan game bertajuk Grand Theft Auto bercampur Genshin Impact ini akhirnya bisa merasakan langsung keseruan dari game satu ini jika beruntung!
Penulis pun kebetulan mendapatkan akses ini, dan tentunya ada beberapa hal yang penulis sukai, namun ada begitu banyak hal yang mengundang tanda tanya. Well, there's surely something to unpack here.
Rubrik Impresi Singkat kembali lagi, dan kali ini dengan Neverness to Everness. Kira-kira, apakah game ini bisa menjadi GTA anime yang dicari-cari selama ini?
Table of Content
Optimisasi buruk?

Satu hal yang langsung dirasakan saat pertamakali meluncurkan Neverness to Everness adalah perihal performa yang ditawarkan. Satu kata yang bisa menjelaskan performa game ini adalah buruk. Begitu banyak stutter yang terjadi, membuat pengalaman bermain terasa begitu mengesalkan.
Bahkan, stutter ini juga terjadi pada pre-rendered cutscene yang seharusnya tidak memakan resource sama sekali. Jelas terlihat bahwa NTE masih memerlukan optimisasi berat, terlebih mengingat penulis memiliki spesifikasi yang seharusnya cukup mumpuni (Ryzen 5 5500 + RX 9060 XT 16GB + 32GB DDR4 RAM). Ditambah lagi, penulis masih menggunakan pengaturan medium!
Untungnya, melalui update 2.0.11 yang diluncurkan pada 7 Februari, performa NTE terasa lebih stabil walaupun masih ada stutter yang terkadang bisa dirasakan. At least there's an improvement! Sayangnya, masih ada stutter yang tetap terjadi, dan ini jelas masih menjadi PR untuk Hotta Studio.
Handling Mobil? Waduh, Nempel Banget!

Sebagai seseorang yang menyukai game racing, handling tentu menjadi satu faktor penting yang perlu penulis perhatikan. Game seperti Grand Theft Auto V berhasil membawakan handling yang unik, setiap mobil memiliki karakteristik unik yang membuat balapan hingga sekedar berkendara terasa seru.
Lantas, bagaimana dengan Neverness to Everness? Wah, sebaiknya kamu lupakan saja! Handling dalam game ini terasa begitu aneh, bisa diibaratkan seperti mobil yang menempel bagaikan lem. Mobil akan terus berada dalam fase grip tinggi terkecuali saat cuaca buruk, membuat mobil terasa begitu kaku saat dikendarai.
Kendali yang ditawarkan pun terasa aneh. Contohnya, spasi digunakan sebagai rem, sementara shift sebagai handbrake. Entah apa yang dipikirkan Hotta, membuat kontrol untuk kendaraan menjadi kompleks seperti ini yang padahal formulanya sudah diimplementasikan sejak lama oleh GTA.
Model Karakter, Tipikal Tower of Fantasy!

Kalau kamu pernah memainkan Tower of Fantasy, mungkin kamu akan ingat dengan model karakter yang ditawarkan dalam MMO ala Genshin tersebut. Dan bisa dibilang, model yang ditawarkan tidak sebagus game seperti Wuthering Waves ataupun Arknights: Endfield.
Well, kamu mungkin akan kecewa saat mendengar kalau Neverness to Everness menggunakan model yang identik. Model wajah yang digunakan pada setiap karakter terlihat generik, membuat para karakter ini terlihat membosankan.
Sayangnya, ini tampak menjadi tren bagi Hotta, mendaur ulang model yang mereka rasa masih bagus. If it ain't broke, don't fix it, mungkin begitu mindset yang mereka keraskan selama pengembangan.
Combat? Ini Baru Oke!

Dari semua hal negatif yang penulis utarakan, setidaknya ada satu hal yang sebenarnya masih bagus; combat. Pertarungan dalam game ini terasa cukup oke, dengan mekanika yang mengingatkanmu pada game seperti Wuthering Waves.
Sistem dodge tidak lagi sekacau Tower of Fantasy, kamu melihat indikator maka kamu tinggal tekan tombol dodge. Sistem parry pun juga diintegrasikan ke dalam game yang bisa kamu lancarkan dengan serangan biasa. Kombinasi ini membuat pertarungan terasa lebih dinamis.
NTE juga menawarkan mekanika mirip Concerto Energy dari Wuthering Waves bernama Esper Cycle. Bedanya, kamu membutuhkan sinergi elemen tertentu, membuat teambuilding sedikit terbatas jika kamu berencana merakit tim tertentu.
Verdict: Coba atau Tidak, Nih?

Terlepas dari seluruh isu yang ada, NTE membawakan konsep yang unik, sebuah perpaduan gacha ARPG ala Genshin dan Wuthering Waves yang dikemas dengan konten-konten ekstra ala Grand Theft Auto. Sayangnya, NTE masih terasa seperti game yang masih perlu dimasak lagi.
Bagi kamu yang penasaran dengan game GTA ala anime, mungkin game ini cocok untuk kamu jajal. Selebihnya, penulis lebih tertarik dengan Ananta yang dikabarkan akan dirilis pada pertengahan tahun ini.
FAQ - Neverness to Everness
| Apakah Neverness to Everness sudah dirilis? | Belum, ini merupakan akses khusus CoEx Test yang diberikan secara acak untuk para pendaftar. |
| Bagaimana cara mendaftar CoEx Test? | Sayangnya, fase pendaftaran CoEx Test sudah ditutup. |
| Kapan Neverness to Everness akan dirilis? | Melalui rumor yang beredar, NTE akan dirilis pada pertengahan Mei. |


















