- Nama lengkap: Yudhaputera Wardiman
- Nickname: pap_kill
- Asal: Bandung, Indonesia
- Tanggal lahir: 17 November 1997
- Usia: 29 tahun (pada 2026)
- Instagram: @yudhaputera
- X/Twitter: @pap_kill
- Facebook: Yudhaputera Wardiman
- TikTok: @resiloreid
- Threads: @yudhaputera
- Kanal YouTube: RESILOREID
Bukan Sekadar Gamer, Ini Kisah Yudha Membangun RESILOREID Jadi Rumah Pecinta Resident Evil Indonesia

- Yudhaputera Wardiman atau pap_kill membangun RESILOREID dari kecintaannya pada Resident Evil sejak kecil, dengan fokus membedah lore, karakter, dan detail cerita franchise horor tersebut.
- Berawal dari forum Facebook pada 2016–2017, RESILOREID berkembang lewat livestream sejak 2019; rilis Resident Evil 2 Remake menjadi titik balik yang memperluas penonton dan jaringan komunitas.
- RESILOREID membawa Yudha ke wawancara, Gamescom Asia, dan peran host peluncuran Resident Evil: Requiem. Ia menargetkan kanalnya menjadi ensiklopedia Resident Evil terbesar di Indonesia.
Bagi sebagian gamer, Resident Evil mungkin sekadar franchise game horor yang menghadirkan zombie, monster, dan cerita penuh misteri. Namun, bagi Yudhaputera Wardiman, Resident Evil adalah dunia yang terus menarik untuk dibongkar lebih dalam.
Dikenal dengan nickname pap_kill, Yudha membangun kecintaannya terhadap franchise tersebut melalui kanal YouTube RESILOREID, yang kini berkembang menjadi salah satu wadah bagi komunitas penggemar Resident Evil di Indonesia.
Table of Content
Biodata dan Profil Yudha atau pap_kill yang Bangun RESILOREID
Berawal dari Dunia Sistem Informasi dan Kecintaan pada Game Horor
Perjalanan Yudha menjadi kreator tidak dimulai dari dunia konten. Pria asal Bandung yang lahir pada 17 November 1997 ini sebelumnya menempuh pendidikan dan bekerja di bidang Sistem Informasi.
Ia pernah menjadi tech support di perusahaan web hosting selama kuliah, sebelum sempat beralih menjadi programmer dan akhirnya terdampak layoff akibat pandemi Covid-19. Di tengah perjalanan tersebut, satu hal tetap tidak berubah, yaitu kecintaannya terhadap game, khususnya genre horor dan shooter.
“Sebelumnya gue kuliah dan bekerja di bidang Sistem Informasi. Pekerjaan terlama waktu itu dan juga selagi kuliah adalah sebagai tech support di perusahaan web hosting dan sempat dapat pekerjaan baru sebagai programmer sebelum layoff Covid-19,” ujar Yudha.
Kecintaannya terhadap Resident Evil sendiri sudah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, ia pertama kali melihat sepupunya memainkan Resident Evil: Survivor.
Pengalaman tersebut terasa semakin menarik karena sebelumnya Yudha sudah mengenal game seperti Virtua Cop dan The House of the Dead yang sama-sama menawarkan tema zombie dan perspektif first-person.
Namun, Resident Evil memberikan sesuatu yang berbeda.
“Ketika ketemu RE yang kebetulan juga sesama first person dan arguably lebih detail daripada THoTD yang sebatas rail-shooter, itu jadi sesuatu yang membekas banget,” kenangnya.
Resident Evil dan Ketertarikan pada Lore
Semakin banyak judul Resident Evil yang dimainkan, semakin besar pula ketertarikannya terhadap dunia dan cerita franchise tersebut.
Alih-alih hanya menikmati gameplay, Yudha justru tertarik menggali lore, karakter, hubungan antarkejadian, hingga detail-detail yang mungkin terlewat oleh pemain. Pilihan tersebut akhirnya menjadi pembeda RESILOREID dibandingkan kanal gaming lainnya.
Menurut Yudha, Resident Evil memiliki cerita yang menarik meskipun secara penulisan terkadang terasa seperti film B-Movie Hollywood. Justru karakter unik, monster yang tidak biasa, serta perpaduan horor dan shooter membuatnya memiliki identitas tersendiri.
“Karena setelah bertahun-tahun sebagai gamer, RE ternyata jadi franchise dengan cerita yang paling menarik terlepas penulisan dan posisinya yang bisa dibilang sebagai kualitas B-Movie Hollywood,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa genre game favoritnya cenderung tidak jauh dari horor dan shooter. Namun, ketika game shooter bertema militer mulai terasa generik, Resident Evil menawarkan sesuatu yang berbeda melalui monster, zombie, dan berbagai konsep unik di dalam dunianya.

Yudhaputera Wardiman RESILOREID (Dok. Yudhaputera Wardiman) RESILOREID Lahir dari Forum dan Keresahan soal Lore
Ide RESILOREID muncul sekitar 2016-2017, ketika Yudha masih kuliah dan memiliki lebih banyak waktu untuk aktif di berbagai forum game.
Berawal dari keresahan melihat pembahasan Resident Evil yang menurutnya terkadang kurang akurat secara lore atau hanya berputar di Resident Evil 4, ia kemudian membuat wadah sederhana untuk menulis mengenai franchise tersebut di Facebook.
Nama awalnya bahkan cukup panjang, yakni Resident Evil Lore Indonesia. Seiring berkembangnya konsep, nama tersebut dipersingkat menjadi RESILOREID.
Perubahan nama tersebut juga membuka peluang bagi Yudha untuk membahas franchise horor lain di luar Resident Evil. Dengan begitu, RESILOREID tidak harus selamanya terikat pada satu judul, meskipun Resident Evil tetap menjadi identitas utamanya.
Livestream Membawa Yudha Lebih Dekat dengan Penonton
Perkembangan berikutnya terjadi ketika Yudha mulai melakukan livestream pada 2019. Awalnya, streaming hanya dilakukan secara iseng sekaligus menjawab permintaan penonton yang ingin melihat gameplay, bukan sekadar membaca atau menonton pembahasan lore.
Resident Evil 7 dan Resident Evil 4 menjadi beberapa game yang membuat livestream tersebut mendapatkan respons positif. Dari sana, streaming perlahan menjadi salah satu bagian utama dari RESILOREID.
Menariknya, livestream juga menjadi jembatan bagi Yudha untuk lebih dekat dengan komunitas. Hal ini cukup penting mengingat dirinya merupakan sosok yang mengaku introvert.
Bahkan, dalam beberapa livestream, Yudha sempat memilih tidak memperlihatkan wajah agar penonton lebih fokus pada game. Namun, interaksi secara langsung akhirnya membuatnya semakin nyaman membangun hubungan dengan komunitas.
“Cukup kaget, dan mungkin awalnya terasa sedikit tidak nyaman berhubung gue sendiri orang yang cukup introvert,” ujarnya.
Resident Evil 2 Remake Jadi Titik Balik
Jika harus memilih satu momen yang membuat RESILOREID dikenal lebih luas, Yudha menyebut perilisan Resident Evil 2 Remake sebagai salah satu titik balik terbesar.
Kehadiran game tersebut membawa material baru yang bisa dibahas dan membuka pintu bagi Yudha untuk dikenal lebih luas oleh komunitas Resident Evil.
“Ketika Resident Evil 2 Remake rilis. Dari viewers, kenalan komunitas, kenalan sesama konten kreator, semua berasal dari situ,” ungkapnya.
Menurutnya, Resident Evil 2 Remake memberikan kesempatan untuk membahas sesuatu yang benar-benar baru, bukan sekadar melakukan pembahasan ulang terhadap judul-judul lama.
Sejak saat itu, perkembangan RESILOREID semakin terasa. Penonton tidak lagi hanya datang untuk mencari informasi mengenai Resident Evil, tetapi juga mulai mengikuti Yudha sebagai sosok kreator.

Yudhaputera Wardiman RESILOREID (Dok. Yudhaputera Wardiman) Komunitas yang Tidak Sekadar Menjadi Penonton
Komunitas kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan RESILOREID. Diskusi, pertanyaan, hingga permintaan dari penonton beberapa kali berkembang menjadi ide konten baru.
Yudha merasa bersyukur karena komunitasnya bisa menikmati pendekatan lore yang menjadi ciri khas RESILOREID di tengah konten gaming yang sering kali lebih mengandalkan humor.
“Gue cukup bersyukur dengan komunitas gue yang bisa menikmati posisi gue sebagai seseorang yang lebih berfokus pada lore di kala banyak konten kreator yang lebih menjual humor sebagai konten utamanya,” katanya.
Bagi Yudha, hubungan dengan komunitas juga tidak berhenti pada pembahasan game. Ada penonton yang berbagi pengalaman hidup, bercerita tentang hal-hal personal, bahkan kembali memberikan kabar mengenai perkembangan cerita mereka.
“Ketika banyak dari mereka yang bercerita bahwa mereka jadi lebih menikmati RE karena pembahasan gue atau se-simple mereka share pengalaman hidup random atau curhat random,” tutur Yudha.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan mengapa komunitas memiliki posisi penting dalam perjalanan RESILOREID.
Dari Konten Niche hingga Mendapat Kepercayaan Capcom
Perjalanan panjang tersebut akhirnya membawa RESILOREID ke berbagai kesempatan besar. Yudha pernah mendapatkan kesempatan mewawancarai sebagian aktor live action film Resident Evil: Welcome to Raccoon City.
Ia juga diundang Capcom ke Gamescom Asia untuk mencoba berbagai game terbaru, termasuk demo Resident Evil: Requiem. Tidak berhenti di sana, Yudha kemudian dipercaya menjadi host acara peluncuran Resident Evil: Requiem di Jakarta.
Bagi Yudha, tiga momen tersebut menjadi pencapaian yang paling membuatnya bangga. Namun, ia menegaskan bahwa semua kesempatan tersebut tidak terlepas dari dukungan komunitas RESILOREID.
Tantangan Menjaga Konten Tetap Relevan
Meski telah memiliki komunitas, membangun kanal dengan fokus yang sangat spesifik bukan tanpa tantangan.
Salah satu tantangan terbesarnya adalah menjaga agar pembahasan Resident Evil tetap relevan, terutama ketika harus menunggu jeda panjang di antara perilisan game baru.
Di sisi lain, Yudha juga mulai mencoba memperkenalkan franchise horor lain kepada komunitas RESILOREID. Langkah tersebut dilakukan secara perlahan agar penonton tetap bisa menikmati eksplorasi baru tanpa kehilangan identitas utama kanal.
Mimpi Menjadikan RESILOREID Ensiklopedia Resident Evil Terbesar di Indonesia
Ke depan, Yudha memiliki visi yang cukup jelas untuk RESILOREID. Ia ingin kanal tersebut menjadi ensiklopedia Resident Evil terbesar di Indonesia sekaligus terus membangun hubungan dengan Capcom.
“Gue berharap RESILOREID bisa terus menjadi ensiklopedi RE paling besar di Indonesia, dan semoga juga bisa terus membangun hubungan dengan Capcom untuk hal-hal menarik lainnya di masa mendatang,” ujarnya.
Eksplorasi terhadap game horor lain juga akan terus dilakukan. Harapannya, konten tersebut bisa dinikmati komunitas lama sekaligus menarik perhatian penonton baru.
Dukungan Komunitas Bersama GG.GGWP.ID
Di balik konsistensi seorang kreator, dukungan komunitas tentu menjadi salah satu faktor penting. Hal tersebut juga dirasakan langsung oleh Yudha dalam membangun RESILOREID.
Kini, RESILOREID menggunakan GG.GGWP.ID sebagai layanan dukungan bagi kreator. Melalui platform tersebut, penggemar memiliki opsi untuk memberikan dukungan yang dapat membantu keberlangsungan produksi konten, termasuk kebutuhan untuk melakukan upgrade perangkat.
“Dukungan komunitas sejauh ini benar-benar penting untuk RESILOREID. Mulai dari sebatas penyemangat atau bahkan upgrade device baru untuk upgrade konten juga,” jelas Yudha.
Menurutnya, salah satu hal yang membuat GG.GGWP.ID menarik adalah opsi dukungan yang tidak dipotong biaya ekstra, sehingga dukungan dari komunitas dapat membantu RESILOREID berkembang lebih cepat.
“GG.GGWP.ID nawarin opsi dukungan yang tidak dipotong biaya ekstra dan itu bener-bener ngebantu RESILOREID untuk bisa tetap konsisten atau upgrade dengan lebih cepat di masa mendatang,” lanjutnya.
Pada akhirnya, kisah Yudhaputera Wardiman menunjukkan bahwa menjadi kreator tidak selalu berawal dari rencana besar. Terkadang, semuanya dimulai dari kecintaan sederhana terhadap sebuah game, rasa penasaran untuk membahas sesuatu lebih dalam, lalu berkembang berkat konsistensi dan komunitas yang percaya pada karya tersebut.
RESILOREID kini bukan hanya tentang Resident Evil. Kanal tersebut menjadi bukti bagaimana passion dapat berubah menjadi identitas, komunitas, bahkan membuka pintu menuju kesempatan besar di industri gaming.
Dengan dukungan komunitas yang terus berjalan dan GG.GGWP.ID sebagai salah satu layanan dukungan bagi kreator, perjalanan pap_kill untuk menjadikan RESILOREID sebagai rumah sekaligus ensiklopedia Resident Evil terbesar di Indonesia masih memiliki banyak bab yang menunggu untuk ditulis.
Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.
FAQ
Siapa Yudhaputera Wardiman atau pap_kill? Yudhaputera Wardiman, yang dikenal dengan nickname pap_kill, adalah kreator asal Bandung di balik kanal YouTube RESILOREID yang banyak membahas lore, cerita, dan gameplay Resident Evil.
Apa itu RESILOREID? RESILOREID adalah kanal dan komunitas yang berfokus pada pembahasan Resident Evil, mulai dari lore, karakter, cerita, hingga gameplay. Kanal ini juga mulai mengeksplorasi berbagai game horor lainnya.
Kapan Yudha mulai membuat RESILOREID? Yudha mulai membangun RESILOREID sekitar 2016-2017. Awalnya, RESILOREID dibuat sebagai wadah untuk menulis dan berdiskusi mengenai lore Resident Evil di Facebook sebelum berkembang menjadi kanal konten dan livestream.
Apa alasan RESILOREID menggunakan GG.GGWP.ID? RESILOREID menggunakan GG.GGWP.ID sebagai layanan dukungan bagi creator karena komunitas memiliki peran penting dalam keberlangsungan kanal. Menurut Yudha, dukungan melalui GG.GGWP.ID dapat membantu RESILOREID tetap konsisten membuat konten sekaligus melakukan upgrade perangkat.


















