Lahir dan besar di Medan, Xauzy berasal dari keluarga sederhana.
Ketertarikannya terhadap dunia kreatif sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Saat teman-teman seusianya sibuk mengejar hobi lain, ia justru mulai tertarik mempelajari fotografi, pembuatan video, hingga proses editing.
Menurutnya, ketertarikan tersebut berawal dari rasa penasaran yang kemudian berkembang menjadi kecintaan terhadap proses menciptakan karya.
"Dari SMP aku udah mulai tertarik sama hal-hal yang berhubungan dengan visual, kayak fotografi dan video. Awalnya cuma berawal dari rasa penasaran dan hobi, tapi semakin dijalanin aku semakin menikmati proses membuat sesuatu dan menyampaikan cerita lewat karya," ucapnya.
Sebelum dikenal sebagai streamer, Xauzy telah lebih dulu berkecimpung sebagai fotografer, videografer, hingga editor berbagai proyek. Mulai dari buku tahunan sekolah, dokumentasi pernikahan, sampai video klip musik rap pernah ia garap.
Pengalaman tersebut ternyata menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya saat ini. Baginya, baik fotografi maupun live streaming memiliki benang merah yang sama, yakni menyampaikan cerita kepada orang lain.
"Kalau dipikir-pikir sekarang, perjalanan itu ternyata masih nyambung sama apa yang aku jalanin saat ini. Dulu mungkin aku lebih banyak bercerita lewat foto dan video, sekarang aku bercerita lewat live streaming dan konten. Kalau dulu kameraku mengarah ke orang lain, sekarang kameranya mengarah ke aku sendiri," kata pria yang saat ini berusia 25 tahun.
Di luar aktivitas live streaming, kehidupan sehari-hari Xauzy pun masih sangat dekat dengan dunia kreatif. Ia menghabiskan waktu untuk mengedit video, membuat montage, hingga mencari inspirasi konten baru.
Menariknya, inspirasi tersebut kerap datang dari tontonan kartun yang menurutnya memiliki cara unik dalam membangun karakter dan alur cerita.
Meski begitu, ia tetap berusaha menjaga keseimbangan hidup dengan meluangkan waktu bersama keluarga dan orang-orang terdekat.