Daftar 10 Film Terlaris Indonesia Sepanjang Sejarah

- Pengabdi Setan 2: Communion (2022) berhasil menarik 6.391.982 penonton dengan atmosfer horor konsisten dan kritik sosial tersirat.
- Dilan 1990 (2018) mencatat 6.315.664 penonton berkat dialog ikonik, karakter kuat, dan musik tepat sasaran.
- Agak Laen (2024) sukses menghibur dengan humor absurd dan kritik sosial ringan, meraih 9.126.607 penonton.
Industri perfilman Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dari tahun ke tahun. Pencapaian jumlah penonton menjadi salah satu indikator utama kesuksesan sebuah film, baik dari sisi kualitas cerita, kekuatan promosi, hingga kedekatan emosional dengan penonton.
Sepanjang sejarah, sejumlah film lokal berhasil mencetak rekor fantastis dan menarik jutaan orang ke bioskop. Artikel ini merangkum daftar 10 film terlaris Indonesia sepanjang masa berdasarkan jumlah penonton resmi, dengan genre dan latar cerita yang beragam.
10. Dilan 1991 (2019)

Sebagai lanjutan dari Dilan 1990, film ini menyajikan konflik yang lebih dewasa dan emosional. Hubungan Dilan dan Milea diuji oleh jarak, ego, dan perubahan hidup.
Meski nuansanya lebih serius, Dilan 1991 tetap berhasil menarik 5.253.411 penonton. Film ini memperkuat status Dilan sebagai salah satu karakter paling ikonik dalam sejarah perfilman Indonesia modern.
9. Vina: Sebelum 7 Hari (2024)

Film horor ini mengangkat kisah tragis yang terinspirasi dari peristiwa nyata. Disutradarai Anggy Umbara, Vina: Sebelum 7 Hari menonjolkan unsur emosional, misteri, dan kritik sosial.
Pendekatan realistis dan atmosfer kelam membuat film ini meninggalkan kesan mendalam bagi penonton. Dengan 5.815.945 penonton, film produksi Dee Company ini membuktikan bahwa horor berbasis kisah nyata masih sangat diminati di Indonesia.
8. Miracle in Cell No. 7 (2022)

Adaptasi dari film Korea Selatan ini berhasil menyentuh hati penonton Indonesia. Disutradarai Hanung Bramantyo, film ini mengisahkan hubungan emosional antara ayah dengan keterbatasan intelektual dan anak perempuannya.
Dengan pendekatan lokal yang kuat dan akting emosional para pemain, Miracle in Cell No. 7 meraih 5.852.916 penonton. Film ini menjadi bukti bahwa drama keluarga dengan pesan kemanusiaan masih sangat relevan dan diminati di bioskop Indonesia.
7. Dilan 1990 (2018)

Film adaptasi novel karya Pidi Baiq ini menjadi fenomena budaya pop di Indonesia. Kisah cinta remaja antara Dilan dan Milea yang berlatar Bandung tahun 1990-an berhasil membangkitkan nostalgia sekaligus menarik generasi muda.
Dialog ikonik, karakter yang kuat, serta musik yang tepat sasaran membuat Dilan 1990 mencatat 6.315.664 penonton. Kesuksesan film ini juga membuka jalan bagi sekuel dan memperkuat posisi film romantis remaja sebagai genre yang sangat diminati di Indonesia.
6. Pengabdi Setan 2: Communion (2022)

Sekuel karya Joko Anwar ini menjadi salah satu film horor Indonesia tersukses sepanjang sejarah. Melanjutkan teror keluarga Rini di rumah susun, Pengabdi Setan 2: Communion menghadirkan skala cerita yang lebih besar, intens, dan mencekam.
Atmosfer horor yang konsisten, desain suara yang kuat, serta kritik sosial yang tersirat membuat film ini digemari berbagai kalangan. Dengan total 6.391.982 penonton, film produksi Rapi Films dan Come and See Pictures ini membuktikan bahwa horor lokal mampu bersaing secara kualitas dan komersial.
5. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016)

Film ini menjadi kebangkitan besar genre komedi di Indonesia. Menghidupkan kembali legenda Warkop DKI dengan pendekatan modern, film garapan Anggy Umbara ini sukses besar di pasaran.
Dengan 6.858.616 penonton, Warkop DKI Reborn menghadirkan humor slapstick yang familier sekaligus nostalgia bagi generasi lama, serta hiburan ringan bagi penonton baru.
4. Agak Laen (2024)

Disutradarai Muhadkly Acho, Agak Laen menjadi bukti bahwa film komedi dengan pendekatan segar bisa meledak di pasaran. Mengusung humor absurd dan kritik sosial yang ringan, film ini sukses menghibur berbagai segmen penonton.
Diproduksi oleh Imaginari bersama beberapa rumah produksi lain, Agak Laen meraih 9.126.607 penonton. Keberhasilannya tak lepas dari kekuatan naskah, chemistry pemain, serta promosi yang efektif di media sosial.
3. KKN di Desa Penari (2022)

Diadaptasi dari kisah viral yang sempat menghebohkan media sosial, KKN di Desa Penari menjadi fenomena nasional. Film horor arahan Awi Suryadi ini menghadirkan nuansa mistis kental dengan sentuhan budaya Jawa yang kuat.
Rasa penasaran publik terhadap kisah aslinya turut mendongkrak jumlah penonton hingga 10.061.033 orang. Kesuksesan film ini menunjukkan kekuatan cerita urban legend yang dikemas secara sinematik dan masif.
2. Jumbo (2025)

Diproduksi Visinema Studios dan disutradarai Ryan Adriandhy, Jumbo menjadi salah satu kejutan besar di tahun 2025. Film ini menggabungkan elemen drama, petualangan, dan pesan keluarga yang kuat.
Visual yang solid dan cerita yang menyentuh membuat film ini ditonton oleh 10.233.002 orang. Kesuksesan Jumbo menunjukkan bahwa film non-horor dan non-komedi tetap memiliki peluang besar untuk meraih angka penonton fantastis.
10. Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025)

Sekuel dari Agak Laen ini justru melampaui pencapaian film pertamanya. Dengan total 10.512.055 penonton, film ini kini tercatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang sejarah.
Tetap mengandalkan humor nyeleneh khas Muhadkly Acho, film ini menyajikan cerita yang lebih liar, berani, dan kontekstual dengan isu sosial terkini. Dukungan fanbase yang sudah terbentuk serta kualitas hiburan yang konsisten membuat film ini sukses besar secara komersial.
Daftar 10 film terlaris Indonesia sepanjang sejarah memperlihatkan keberagaman genre dan kekuatan cerita lokal. Dari horor, komedi, hingga drama keluarga, semuanya mampu menarik jutaan penonton jika dikemas dengan baik.
Kesuksesan film-film ini juga menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap karya anak bangsa. Dengan tren positif ini, masa depan perfilman Indonesia tampak semakin cerah dan berpotensi mencetak rekor baru di tahun-tahun mendatang.
FAQ Singkat Film Terlaris Indonesia
| 1. Film Indonesia terlaris sepanjang sejarah apa? | Agak Laen: Menyala Pantiku! dengan lebih dari 10,5 juta penonton. |
| 2. Genre apa yang paling laris di Indonesia? | Horor dan komedi masih menjadi genre paling dominan. |
| 3. Apakah film romantis masih diminati? | Ya, seri Dilan membuktikan film romantis tetap punya pasar besar. |
| 4. Film adaptasi kisah nyata apakah selalu laku? | Tidak selalu, tapi jika viral dan dikemas kuat, peluangnya besar. |
| 5. Apakah rekor ini bisa terpecahkan? | Sangat mungkin, seiring pertumbuhan penonton bioskop Indonesia. |


















