20 Film Bioskop Terbaik Tayang di 2026, Wajib Masuk Watchlist!

- 28 Years Later: The Bone Temple - Trilogi karya Danny Boyle dan Alex Garland, film ini menawarkan kisah pasca-apokaliptik yang lebih gelap, personal, dan penuh ketegangan psikologis.
- All You Need Is Kill - Adaptasi baru dari light novel Jepang dengan pendekatan visual berani, menawarkan nuansa psychedelic dan atmosfer "aneh" bagi penggemar film sci-fi.
- Send Help - Dibuat oleh Sam Raimi, film ini mempertemukan Rachel McAdams dan Dylan O’Brien dalam situasi bertahan hidup yang penuh ketegangan, paranoia, dan kekerasan.
Industri film Hollywood tampaknya tidak main aman tahun ini, dengan deretan sekuel ambisius, adaptasi novel populer, dan proyek orisinal yang siap menguji batas genre.
Biasanya, di awal-awal tahun kita diberi beberapa judul “ringan” sebagai pemanasan. Namun untuk tahun ini, ada banyak film-film keren yang sayang sekali untuk dilewatkan.
Lewat artikel ini, kami akan mencoba untuk membahas film bioskop terbaru 2026 yang paling ramai dibicarakan oleh banyak penikmat film.
Anggap saja artikel ini dibuat guna membantu kamu menyusun watchlist film untuk setahun ke depan. Penasaran film apa saja yang langsung bikin kalender kamu penuh? Yuk, kita bahas!
1. 28 Years Later: The Bone Temple

Kalau kamu mengira dunia 28 Days Later sudah cukup kejam, film ini siap memberikan hal yang lebih gila lagi.
28 Years Later: The Bone Temple melanjutkan kisah pasca-apokaliptik dengan fokus pada Spike, seorang penyintas muda yang bergabung dengan kelompok pimpinan Jimmy.
Kelompok penyintas di sini tidak digambarkan sebagai sosok pahlawan, melainkan pemburu, dan Spike harus memilih antara bertahan hidup atau mempertahankan nuraninya.
Sebagai bagian tengah dari trilogi karya Danny Boyle dan Alex Garland, film ini terasa seperti jembatan penting yang lebih gelap, lebih personal, dan penuh ketegangan psikologis.
Makanya, jika kamu mengikuti kisah 28 Days Later, film ini tidak boleh kamu lewatkan begitu saja.
2. All You Need Is Kill

Pernah nonton Edge of Tomorrow? All You Need Is Kill hadir dengan feel yang liar, judul ini merupakan adaptasi baru dari light novel Jepang dengan pendekatan visual yang jauh lebih berani.
Konsep time-loop tidak dibuat sebagai gimmick saja. Trailer yang dipamerkan di New York Comic Con memperlihatkan nuansa psychedelic, darah di mana-mana, dan atmosfer yang terasa “aneh”.
Buat penggemar film sci-fi terbaru 2026 bioskop, film satu ini sangat menarik untuk disaksikan karena tidak mencoba meniru versi Hollywood sebelumnya. Sebaliknya, film ini tampak ingin kembali ke akar cerita aslinya.
3. Send Help

Dua orang terdampar di pulau dan tidak mendapatkan bantuan. Ya, Premis Send Help memang terdengar sederhana, tapi di tangan Sam Raimi, kesederhanaan itu justru jadi senjata utamanya.
Film ini mempertemukan Rachel McAdams dan Dylan O’Brien sebagai rekan kerja yang selamat dari kecelakaan pesawat.
Masalahnya, bertahan hidup bukan satu-satunya tantangan yang harus dihadapi karena ketegangan, paranoia, dan kekerasan perlahan mulai mengambil alih.
Kembalinya Raimi ke horor gore terasa seperti pulang kampung. Humor gelap, kekerasan berlebihan, dan situasi yang makin absurd membuat film ini berpotensi jadi film cult terbaru yang disukai banyak orang.
Untuk kamu yang sedang menyusun daftar film Hollywood rilisan 2026, Send Help jelas bukanlah tontonan yang aman, dan justru itu daya tariknya.
4. Scream 7

Tidak banyak franchise horor yang bisa bertahan lintas generasi, kecual seri Scream. Di film ketujuh ini, Kevin Williamson akhirnya duduk di kursi sutradara, membawa kembali DNA asli yang dulu membuat Scream terasa segar.
Kembalinya Neve Campbell dan Courteney Cox jelas memancing nostalgia, tapi yang paling mengundang rasa penasaran adalah kehadiran karakter lama yang seharusnya sudah mati. Alih-alih dibuat sebagai film fan service, film ini tampaknya ingin bermain dengan ekspektasi penonton.
Apakah film ini mampu mengembalikan kejayaan seri film Scream? Kita tunggu saja nanti!
5. Project Hail Mary

Bangun sendirian di luar angkasa tanpa ingatan, lalu diberi tahu bahwa nasib umat manusia ada di tanganmu, itulah titik awal dari Project Hail Mary.
Ryan Gosling memerankan astronot yang perlahan mengingat misinya, sambil mencoba memahami ancaman kosmik yang tidak bisa ditawar.
Di tangan Phil Lord dan Christopher Miller, sci-fi keras ala Andy Weir dibalut humor ringan dan dinamika karakter yang hangat.
Bagi penonton yang menyukai film sci-fi, film ini menawarkan ketegangan yang dibarengi berbagai elemen lain yang membuatnya seru.
6. Ready or Not 2: Here I Come

Tidak semua film sukses butuh sekuel, tapi Ready or Not memilih untuk menciptakan sekuelnya. Di film ini, Grace tidak lagi sendirian, dan permainan mematikan yang dulu bersifat personal, berkembang jadi konflik yang lebih luas.
Masuknya deretan pemain baru seperti Sarah Michelle Gellar dan Elijah Wood memberi warna berbeda. Nada satirnya tetap kental, tapi kini sasarannya lebih ke rasa trauma dan kekerasannya itu sendiri.
Sebagai bagian dari film yang begitu booming pada masanya, penulis sendiri cukup khawatir jika sekuelnya malah membuat banyak orang kecewa dan membuat nama besar Ready or Not jadi buruk.
7. The Super Mario Galaxy Movie

Mario kini tidak lagi hanya melompati pipa, melainkan terlempar ke petualangan kosmik yang terinspirasi langsung dari era Super Mario Galaxy di konsol Nintendo.
Kehadiran Rosalina membawa nuansa yang lebih menarik, sepertinya ini dilakukan untuk menciptakan cerita yang lebih reflektif. Referensi gamenya tetap padat, tapi kali ini terasa lebih dewasa dan sinematik.
Sebagai salah satu sekuel franchise terkenal yang rilis di tahun 2026, film ini sepertinya benar-benar siap untuk mengguncang para penggemarnya.
8. The Mummy

Sudah tidak perlu disangkal lagi, nama The Mummy selalu membawa ekspektasi besar dan juga trauma masa lalu bagi sebagian penonton. Untuk versi 2026 ini mereka memilih jalur berbeda, dimana lebih fokus ke atmospheric horror ketimbang action bombastis yang kita lihat pada seri-seri sebelumnya.
Disutradarai Lee Cronin, film ini mencoba mengembalikan rasa takut yang lebih kental. Bagi para penikmat film Mummy, film terbarunya ini sangat wajib kamu tonton karena pendekatannya terasa lebih menarik dan menegangkan.
9. Mortal Kombat 2

Film pertamanya memang cukup mengecewakan, karena action-nya terasa kurang brutal. Namun, Mortal Kombat 2 akhirnya siap untuk menghadirkan turnamen ikonik dari franchise-nya yang selama ini hanya jadi wacana saja.
Masuknya Johnny Cage (yang diperankan oleh Karl Urban) memberi energi baru ke dalamnya. Penambahan karakter seperti Noob Saibot juga makin memperkaya lore guna membuat universe Mortal Kombat semakin solid lagi.
Walaupun sempat mengalami penundaan, tetapi para fans tetap setia untuk menantikan kelanjutan sekaligus gebrakan yang bakal dibawa ke sekuelnya.
10. The Mandalorian & Grogu

Setelah absen cukup lama dari layar lebar, Star Wars akhirnya kembali muncul ke permukaan. Dan kali ini, mereka memilih cerita antara pemburu bayaran dan Grogu (alias Baby Yoda).
Gaya space western serialnya tetap dipertahankan, namun kini dibungkus dengan skala sinematik yang lebih megah. Dapat dipastikan aspek teknikalnya semakin di-improve lagi agar dapat memberikan kesan yang “wah” saat kita menontonnya di layar bioskop.
11. The Odyssey

Christopher Nolan mengadaptasi puisi klasik Homer ke layar kaca. The Odyssey menjanjikan perjalanan Odysseus yang megah, brutal, dan emosional, dengan pendekatan realistis yang biasa dibawakan oleh Nolan.
Penggunaan IMAX 70mm disebut-sebut sebagai senjata utama film tersebut. Jadi, selain disuguhkan soal visual besar, kita juga bakal menikmati bagaimana mitologi kuno diterjemahkan jadi drama manusia yang relevan.
Banyak yang melihat film ini sebagai “Interstellar-nya mitologi Yunani”. Apakah statement tersebut berlebihan? Well, jawabannya bisa kita temukan saat filmnya dirilis nanti.
12. Spider-Man: Brand New Day

Sempat muncul spekulasi bahwa Tom Holland akan “pensiun” dari peran Spider-Man, tapi kenyataannya justru sebaliknya. Spider-Man: Brand New Day menandai kembalinya Holland sebagai Peter Parker, kali ini dibawah arahan Destin Daniel Cretton, sutradara dari film Shang-Chi.
Detail ceritanya masih diselimuti misteri, namun foto lokasi syuting yang memperlihatkan Spidey berayun di pusat kota Glasgow langsung memicu teori liar di kalangan fans.
Akan tetapi, Judulnya sendiri memberi sinyal jelas bahwa ini adalah fase baru yang bisa dikatakan lebih membumi bagi Spider-Man di MCU.
13. Coyote vs. Acme

Film yang sempat “dikubur” oleh Warner Bros. Discovery ini akhirnya benar-benar rilis dengan menggabungkan animasi dan live-action, Coyote vs. Acme mengikuti kisah Wiley Coyote yang muak karena selalu gagal menangkap Road Runner, dan memutuskan untuk menuntut Acme atas produk jebakan cacat mereka.
Dibintangi Will Forte dan Lana Condor, proyek ini memang nyaris hilang dari sejarah Hollywood, namun pada akhirnya kini justru dinanti karena premisnya yang absurd, dan memiliki unsur nostalgia Looney Tunes yang cukup menarik untuk diikuti.
14. The Legend of Aang: The Last Airbender

Sekuel langsung dari serial animasi legendaris Avatar: The Last Airbender ini kembali digarap oleh kreator aslinya, Michael Dante DiMartino dan Bryan Konietzko. Cerita berfokus pada Aang versi dewasa, dan seri ini siap membuka era baru yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya.
Meski statusnya berubah dari rilis bioskop menjadi streaming, The Legend of Aang tetap menjadi tontonan wajib bagi penggemar Avatar, terutama karena seri ini menjanjikan eksplorasi dunia, politik, dan warisan Avatar setelah perang besar berakhir.
15. Clayface

Sebelum Batman resmi muncul di DC Universe versi James Gunn, Clayface justru menjadi pintu masuk pertama ke Gotham City. Ditulis oleh maestro horor Mike Flanagan (dengan revisi Hossein Amini), film ini mengusung pendekatan horor psikologis yang jauh dari formula superhero konvensional.
Pertanyaan terbesarnya apakah Batman akan muncul di film ini? Apa pun jawabannya, Clayface jelas dirancang sebagai eksperimen berani yang memperlihatkan wajah gelap dan tragis dunia DCU sejak awal.
16. Resident Evil

Zach Cregger, sutradara Barbarian dan Weapons, mengambil alih franchise Resident Evil dengan pendekatan yang lebih grounded.
Alih-alih langsung fokus pada aksi besarnya, film ini mengikuti sudut pandang seorang kurir organ yang terjebak di Raccoon City saat wabah zombie dimulai.
Pendekatan ini terasa jauh lebih segar dan membuat suasananya makin mencekam, karena jauh dari adaptasi sebelumnya yang sering terasa seperti film aksi biasa dengan zombie sebagai pemanisnya.
17. Street Fighter

Setelah kegagalan (namun tetap ikonik) dari film Street Fighter tahun 1994, franchise game legendaris ini kembali mencoba peruntungannya di Hollywood. Reboot 2026 ini diharapkan mampu mematahkan kutukan adaptasi video game, dengan pendekatan yang lebih modern dan setia pada akar materi aslinya.
Antusiasme penggemar mulai meningkat setelah proyek ini mendapat sambutan positif di The Game Awards, yang mana memberi harapan bahwa kali ini Street Fighter benar-benar siap “fight” di layar lebar.
18. Remain

M. Night Shyamalan melanjutkan tren kebangkitannya lewat Remain, sebuah romantic thriller yang ia kembangkan bersama Nicholas Sparks. Kombinasi Shyamalan dan penulis The Notebook memang terdengar aneh, dan justru hal ini malah menjadi daya tarik utamanya.
Dibintangi Jake Gyllenhaal, film ini diprediksi akan memadukan romansa emosional dengan twist ala-ala Shyamalan yang siap membuat penonton mempertanyakan segalanya hingga menit terakhir.
19. The Hunger Games: Sunrise on the Reaping

Film keenam The Hunger Games sekaligus prekuel kedua ini berfokus pada turnamen spesial yang brutal, dimana nantinya setiap distrik diharuskan untuk mengirim dua kali lipat pesertanya. Mengetahui hak tersebut, kemungkinan besar ini akan menjadi film Hunger Games paling sadis yang pernah ditampilkan.
Dengan deretan pemain papan atas seperti Jesse Plemons, Ralph Fiennes, Elle Fanning, Maya Hawke, hingga Glenn Close, serta materi novel yang mendapat respon positif, film ini berpotensi menjadi puncak prekuel dari Hunger Games.
20. Avengers: Doomsday

Marvel mengambil taruhan terbesarnya sejauh ini lewat Avengers: Doomsday, sebuah crossover raksasa yang akhirnya mempertemukan kembali Earth’s Mightiest Heroes dengan original X-Men, Fantastic Four, dan berbagai karakter penting lintas semesta.
Proyek ini digadang-gadang sebagai puncak fase multiverse, sekaligus menjadi ujian terbesar bagi MCU. Dengan skala cerita yang belum pernah ada sebelumnya, Avengers: Doomsday berpotensi menjadi film superhero terbaik sepanjang masa, atau justru malah sebaliknya.
FAQ
| Film apa yang paling dinanti rilis di bioskop tahun 2026? | Beberapa yang paling dinanti antara lain Avatar: Fire and Ash, Avengers: Doomsday, dan Project Hail Mary karena skala besar dan franchise kuat. |
| Apa saja film horor terbaru 2026 yang wajib ditonton? | 28 Years Later: The Bone Temple, Scream 7, Send Help, dan The Mummy menjadi sorotan utama bagi penggemar horor. |
| Apakah ada film sci-fi besar yang rilis di 2026? | Ya, termasuk Project Hail Mary, All You Need Is Kill, Avatar: Fire and Ash, dan The Mandalorian & Grogu. |
| Kapan jadwal rilis film bioskop Januari sampai Mei 2026? | Rilis besar dimulai dari bulan Januari Ini. |
| Apakah 2026 didominasi sekuel dan reboot? | Sebagian besar iya, namun banyak di antaranya menawarkan pendekatan baru dan berpotensi menentukan masa depan franchise. |


















