Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Coach Ady Bongkar Alasan RRQ Kazu Promosikan Jeek dan Turunkan 18Deer
RRQ Kazu (Berbagai Sumber)
  • RRQ Kazu mengganti 18Deer dengan Jeek dari RRQ Academy melalui transfer window FFWS SEA 2026 Fall, setelah menutup Fase 1 di posisi ketiga dengan 396 poin.
  • Coach Ady menyebut promosi Jeek, seorang sniper murni, bertujuan mematangkan opsi strategi dua sniper yang sebelumnya terkendala positioning dan komposisi role.
  • 18Deer tidak keluar dari RRQ, melainkan dipindahkan ke Academy dalam program kepelatihan yang sama; keputusan ini dijelaskan berdasarkan evaluasi data dan disetujui pemain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    RRQ Kazu mengganti 18Deer dari roster utama dengan Jeek melalui transfer window FFWS SEA 2026 Fall untuk menambah opsi strategi, termasuk skema dua sniper.
  • Who?
    RRQ Kazu, pelatih Adi Gustiawan atau Coach Ady, Jeek sebagai pemain Sniper dari RRQ Academy, serta 18Deer, pemain Rusher yang dipindahkan ke RRQ Academy.
  • Where?
    Perubahan dilakukan dalam skuad RRQ Kazu yang berlaga di kompetisi FFWS SEA 2026 Fall kawasan Asia Tenggara.
  • When?
    Pergantian dilakukan pada transfer window FFWS SEA 2026 Fall, setelah RRQ Kazu menutup Fase 1 di peringkat ketiga dengan 396 poin, menjelang Fase 2.
  • Why?
    Evaluasi RRQ menemukan kebutuhan pemain sniper murni dan perbaikan positioning dalam skema dua sniper. Keputusan promosi Jeek telah dipertimbangkan sejak sebelum EWC 2026.
  • How?
    Jeek dipromosikan dari RRQ Academy ke roster utama, sementara 18Deer dipindahkan ke akademi dan tetap dalam program kepelatihan Coach Ady. Alasan pemindahan disampaikan berdasarkan evaluasi data.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
RRQ Kazu mengganti pemainnya saat FFWS SEA 2026 Fall. Jeek naik dari RRQ Academy ke tim utama. Ia pemain sniper. 18Deer, pemain rusher, turun ke akademi tapi masih di RRQ. Coach Ady bilang tim mau punya cara main dua sniper. Jeek akan diuji saat Fase 2 nanti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

RRQ Kazu membuat perubahan roster di tengah perjalanan FFWS SEA 2026 Fall. Memanfaatkan transfer window yang tersedia, tim berjuluk Sang Raja dari Segala Raja tersebut memutuskan melakukan pergantian pemain dengan menurunkan 18Deer dari roster utama dan memasukkan Jeek sebagai penggantinya.

Perubahan ini menarik perhatian karena 18Deer dan Jeek memiliki role yang berbeda. 18Deer dikenal sebagai pemain dengan role Rusher, sementara Jeek merupakan pemain dengan role Sniper.

Pergantian tersebut pun bukan sekadar perubahan komposisi pemain, melainkan bagian dari upaya RRQ Kazu menambah opsi strategi, terutama dalam skema permainan dengan dua sniper.

Keputusan ini dilakukan ketika kompetisi FFWS SEA 2026 Fall sudah memasuki fase penting. RRQ Kazu sendiri menutup Fase 1 di peringkat ketiga dengan 396 poin. Karena itu, perubahan roster di tengah musim tentu menjadi keputusan yang membutuhkan pertimbangan matang.

Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan atau Coach Ady, mengungkapkan bahwa hal ini sebenarnya sudah dipertimbangkan sejak sebelum Esports World Cup (EWC) 2026. Namun, keterbatasan waktu ketika itu membuat RRQ memilih untuk menunda keputusan tersebut, dan melakukannya di transfer window kali ini.

In Article GGWP_.png


Transfer Window Sudah Dipertimbangkan Sejak Sebelum EWC

Menurut Coach Ady, keputusan RRQ Kazu memanfaatkan transfer window bukan sesuatu yang baru muncul setelah melihat hasil pertandingan FFWS SEA 2026 Fall. Opsi tersebut sudah berada dalam pertimbangan tim sejak sebelum EWC.

“Iya, RRQ menggunakan transfer window. Opsi ini sebenarnya sudah ada sejak sebelum EWC, tetapi waktu itu kami menahannya karena keterbatasan waktu,” katanya.

Dengan adanya transfer window, RRQ Kazu akhirnya memiliki kesempatan untuk mengevaluasi kebutuhan roster secara lebih spesifik tanpa harus melakukan perubahan besar terhadap struktur tim.

Hasil evaluasi tersebut kemudian mengarah pada keputusan untuk memasukkan Jeek, pemain yang berasal dari RRQ Academy, ke dalam roster utama.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bagaimana RRQ mulai memanfaatkan sistem regenerasi internal untuk memenuhi kebutuhan tim utama.

Dari Rusher ke Sniper, RRQ Tambah Opsi Strategi

Pergantian 18Deer dengan Jeek membuat komposisi role RRQ Kazu mengalami perubahan. 18Deer yang sebelumnya menjalankan role Rusher kini turun ke RRQ Academy, sedangkan Jeek yang memiliki role Sniper dipromosikan ke roster utama.

Menurut Coach Ady, perubahan tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan RRQ terhadap opsi permainan baru. Salah satunya adalah skema dengan dua sniper yang sebelumnya sudah mulai mereka coba.

“Masuknya player satu dari akademi ini untuk nambah opsi, untuk nambah opsi skema yang kemarin kita cobain juga,” jelasnya.

RRQ melihat masih terdapat kekurangan ketika menjalankan skema dua sniper. Salah satu persoalan yang ditemukan adalah positioning, ditambah pemain yang menjalankan peran tersebut sebelumnya bukan merupakan sniper murni.

“Karena dengan opsi dua sniper yang kita mainin, kayaknya masih ada yang kurang dari segi positioning sama memang bukan role murni sniper,” tambahnya.

Karena itu, keberadaan Jeek diharapkan dapat membuat opsi dua sniper RRQ menjadi lebih matang. Dengan pemain yang memang memiliki role Sniper, RRQ dapat memiliki pilihan strategi yang lebih jelas ketika menghadapi komposisi lawan tertentu.

“Jadi masuknya satu player itu untuk dibikin pakem aja satu opsi itu. Kalau opsi yang lainnya kan kita udah pakem,” kata Ady.

Dengan demikian, keputusan mengganti 18Deer dengan Jeek tidak serta-merta menunjukkan bahwa RRQ ingin menghilangkan gaya bermain agresif dari roster mereka. Pergantian tersebut lebih berkaitan dengan kebutuhan untuk memperluas variasi strategi yang bisa digunakan di dalam pertandingan.

18Deer Tidak Keluar dari RRQ

Meski tidak lagi berada di roster utama RRQ Kazu, 18Deer tidak benar-benar meninggalkan organisasi. Sang pemain hanya dipindahkan ke RRQ Academy.

Coach Ady menegaskan bahwa status 18Deer sebagai bagian dari RRQ tetap dipertahankan.

“Yang keluar dari roster, nggak keluar dari RRQ,” ucapnya.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi RRQ untuk mempertahankan pemain berpengalaman di dalam ekosistem mereka. Bagi Ady, pengalaman seorang pemain merupakan aset yang sulit untuk dibentuk dalam waktu singkat.

“Kalau misalkan kita kasih keluar, sayang juga. Karena player pengalaman itu sulit banget kita dapetin. Mentalnya juga sulit kita dapetin. Jadi ya kita berdayakan lah," kata Ady.

18Deer pun masih berada di bawah program kepelatihan Ady. Hanya saja, untuk sementara ia akan melanjutkan prosesnya melalui RRQ Academy.

“Dia masih ada di program gue juga. Masih ada di program kepelatihan gue. Tapi dia turun ke akademi. Jadi nge-switch aja,” jelasnya.

Keputusan Berbasis Data, Bukan Sekadar Pergantian Pemain

Pergantian roster di tengah kompetisi berpotensi menjadi situasi sulit bagi pemain yang harus kehilangan tempat di roster utama. Namun, Coach Ady menyebut keputusan tersebut merupakan bagian dari konsekuensi kompetisi esports yang memiliki siklus sangat cepat.

RRQ juga tidak mengambil keputusan secara sembarangan. Ady menjelaskan bahwa alasan 18Deer diturunkan ke akademi telah disampaikan secara terbuka kepada sang pemain berdasarkan evaluasi dan data.

“Nggak lah, maksudnya ini konsekuensi dari kompetitif dong. Siklusnya cepat dan regenerasinya juga cepat. Jadi ini konsekuensinya,” katanya.

Ady juga memastikan bahwa RRQ menjelaskan alasan tersebut kepada 18Deer secara spesifik agar sang pemain memahami keputusan yang diambil oleh tim.

“Alasan-alasannya secara spesifik juga kita terangkan. Kenapa kita harus turunin dia ke bawah karena datanya gini-gini. Jadi dia nerima dan dia juga setuju dengan statement yang gue kasih,” imbuhnya.

Dengan pendekatan tersebut, pergantian roster diharapkan tidak menjadi akhir perjalanan 18Deer bersama RRQ. Sebaliknya, RRQ Academy dapat menjadi tempat bagi sang Rusher untuk mempertahankan performa sekaligus kembali berkembang.

Tugas Besar Jeek di FFWS SEA 2026 Fall

Kini, sorotan beralih kepada Jeek. Promosi dari RRQ Academy ke roster utama memberikan kesempatan besar bagi sang Sniper untuk membuktikan kualitasnya di level tertinggi Asia Tenggara.

Jeek tidak hanya dituntut menggantikan posisi 18Deer di roster. Ia juga membawa tanggung jawab untuk memberikan dimensi strategi baru bagi RRQ Kazu.

Dengan role Sniper yang lebih natural, Jeek diharapkan mampu memperkuat skema dua sniper yang ingin dipatenkan RRQ. Strategi tersebut dapat menjadi senjata tambahan bagi RRQ ketika menghadapi tim-tim dengan gaya bermain berbeda di fase penentuan FFWS SEA 2026 Fall.

Di sisi lain, 18Deer tetap memiliki jalur untuk berkembang melalui RRQ Academy. Pengalaman sebagai Rusher menjadi modal penting yang masih bisa dimanfaatkan RRQ dalam proses regenerasi mereka.

Pada akhirnya, transfer window ini memperlihatkan bagaimana RRQ Kazu tidak hanya memikirkan kebutuhan jangka pendek. Mereka juga berusaha menjaga keseimbangan antara kompetisi dan regenerasi pemain.

Dengan RRQ Kazu yang berada di papan atas klasemen, keputusan memasukkan Jeek akan segera diuji di pertandingan kompetitif. Apakah sang Sniper mampu membuat skema dua sniper RRQ semakin efektif?

Jawabannya akan mulai terlihat ketika RRQ Kazu kembali bertanding pada Fase 2 FFWS SEA 2026 Fall.

Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.

FAQ

Mengapa RRQ Kazu mengganti 18Deer dengan Jeek di tengah FFWS SEA 2026 Fall?

RRQ Kazu menggunakan transfer window untuk menambah opsi strategi, khususnya dalam menerapkan skema dua sniper. Jeek yang memiliki role Sniper dipromosikan dari RRQ Academy untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Apa role 18Deer dan Jeek di RRQ Kazu?

18Deer memiliki role Rusher, sedangkan Jeek merupakan pemain dengan role Sniper. Pergantian keduanya membuat RRQ Kazu memiliki opsi permainan yang berbeda.

Apakah 18Deer keluar dari RRQ setelah digantikan Jeek?

Tidak. 18Deer hanya keluar dari roster utama RRQ Kazu dan turun ke RRQ Academy. Ia masih menjadi bagian dari program kepelatihan RRQ dan tetap berada dalam ekosistem organisasi.

Mengapa RRQ Kazu memilih Jeek dari RRQ Academy?

Menurut Coach Ady, RRQ membutuhkan pemain dengan role Sniper murni untuk memperkuat opsi strategi dua sniper. Jeek dipilih karena merupakan bagian dari ekosistem RRQ Academy dan dianggap dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article