FFWS SEA 2026 Fall Week 2: RRQ Kazu Meledak, 3 Wakil Indonesia Amankan Top 12

- RRQ Kazu menutup Fase 1 FFWS SEA 2026 Fall di peringkat ketiga dengan 396 poin dan 267 eliminasi, tertinggi di antara seluruh peserta.
- Bigetron by Vitality peringkat keenam dan ONIC peringkat ke-11, sehingga tiga tim Indonesia bersama RRQ Kazu masuk Top 12 serta tampil pada hari pertama Fase 2.
- EVOS Divine dan MBR Omega finis peringkat ke-13 dan ke-14, memulai Fase 2 pada hari kedua pekan ketiga untuk mengejar tiket Grand Finals di Surabaya.
Wakil Indonesia menunjukkan kebangkitan pada pekan kedua babak Knockout FFWS SEA 2026 Fall. Setelah belum mendapatkan hasil maksimal pada pekan pembuka, lima tim Indonesia tampil lebih kompetitif dan berhasil memperbaiki posisi di klasemen.
Hasil tersebut membuat RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan ONIC berhasil mengamankan tempat di 12 besar klasemen akhir Fase 1. Ketiganya pun mendapatkan keuntungan untuk tampil lebih awal pada Fase 2 Knockout Stage, yakni pada hari pertama pekan ketiga, demi memburu tiket Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.
Sementara itu, EVOS Divine dan MBR Omega harus memulai perjuangan Fase 2 pada hari kedua. Keduanya finis di posisi ke-13 dan ke-14, tetapi peluang menuju Grand Finals masih terbuka.
Dengan persaingan yang semakin ketat, pekan ketiga akan menjadi fase penting bagi seluruh wakil Indonesia untuk menentukan siapa yang bisa lebih dulu mengamankan tiket ke Surabaya.
Table of Content
RRQ Kazu Jadi Motor Kebangkitan Indonesia
RRQ Kazu menjadi wakil Indonesia dengan performa paling menonjol sepanjang pekan kedua. Setelah menghabiskan Week 1 di posisi kelima, tim berjuluk Sang Raja langsung menunjukkan peningkatan signifikan.
Pada hari pertama pekan kedua, empat map awal bahkan berhasil dimenangkan oleh tim Indonesia. ONIC membuka rangkaian Booyah di Nexterra, kemudian MBR Omega mengamankan kemenangan di Kalahari. RRQ Kazu lalu tampil luar biasa dengan merebut dua Booyah beruntun di Purgatory dan Solara.
Performa tersebut membuat RRQ Kazu dinobatkan sebagai Team of the Day pada hari pertama. Mereka mengumpulkan 111 poin, dua Booyah, dan 73 eliminasi.
Konsistensi RRQ kembali terlihat pada hari ketiga. Mereka berhasil mendapatkan satu Booyah tambahan di Kalahari dan mengakhiri hari tersebut sebagai tim terbaik kedua dengan 117 poin.
Secara keseluruhan, RRQ Kazu menutup Fase 1 di peringkat ketiga dengan 396 poin dari 24 pertandingan. Mereka mengoleksi tiga Booyah, 267 eliminasi, dan 129 poin placement.
Menariknya, jumlah poin RRQ Kazu sama dengan Team Falcons yang berada di posisi kedua. Catatan 267 eliminasi juga menjadi yang tertinggi di antara seluruh peserta hingga akhir Fase 1.
Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan atau Coach Ady, menjelaskan bahwa performa tersebut merupakan hasil dari proses analisis yang dilakukan tim pada pekan pertama.
“Di minggu pertama, fokus RRQ Kazu memang untuk menganalisis pola permainan tim-tim dari setiap negara. Setelah mendapatkan data yang cukup, kami menerapkan strategi di pekan kedua untuk bisa memberikan perlawanan. Saya juga melihat tim-tim Indonesia lainnya berkembang. Mereka terlihat semakin memahami META yang tepat untuk dieksekusi pada pekan kedua ini,” ujar Coach Ady.
Strategi tersebut terbukti efektif. RRQ bukan hanya memperbaiki posisi, tetapi juga menjadi salah satu tim yang paling produktif dalam mengumpulkan eliminasi.
Bigetron dan ONIC Amankan Top 12
Bigetron by Vitality juga mampu mempertahankan performa stabil sepanjang Fase 1. Robot Merah mengakhiri fase tersebut di peringkat keenam dengan 336 poin.
BTR mencatatkan dua Booyah, 211 eliminasi, dan 125 poin placement. Salah satu performa terbaik mereka terjadi pada hari ketiga pekan kedua ketika berhasil mengumpulkan 97 poin sekaligus meraih Booyah di Solara.
Hasil tersebut cukup untuk membawa Bigetron tetap berada di zona 12 besar. Dengan posisi keenam, mereka akan mendapatkan kesempatan bermain lebih awal pada Fase 2.
ONIC menjadi wakil Indonesia ketiga yang berhasil mengamankan tempat di Top 12. Sang Landak Kuning menempati peringkat ke-11 dengan 275 poin.
ONIC turut menjadi salah satu tim Indonesia yang membuka dominasi pada hari pertama pekan kedua setelah mendapatkan Booyah di Nexterra. Meski perolehan poin mereka masih terpaut cukup jauh dari RRQ dan BTR, posisi ke-11 memastikan ONIC tetap memiliki peluang untuk mengamankan tiket Grand Finals lebih awal.
Namun, dengan posisi yang berada di batas bawah Top 12, ONIC harus tampil lebih konsisten ketika memasuki Fase 2.
EVOS Divine Nyaris Tembus Top 12
Performa EVOS Divine juga mengalami peningkatan dibandingkan pekan pertama. Sang juara Esports World Cup: Free Fire 2025 akhirnya mendapatkan Booyah perdana mereka pada pekan kedua.
Meski demikian, peningkatan tersebut belum cukup untuk membawa EVOS masuk ke Top 12. Mereka mengakhiri Fase 1 di peringkat ke-13 dengan 266 poin.
Jarak EVOS dengan Twisted Minds yang berada di posisi ke-12 sebenarnya sangat tipis. EVOS hanya tertinggal satu poin dari tim asal Thailand tersebut.
Situasi ini membuat kegagalan menembus Top 12 terasa semakin disayangkan. Namun, EVOS masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi ketika memulai Fase 2 pada hari kedua pekan ketiga.
MBR Omega berada satu posisi di bawah EVOS. Setelah tampil sebagai salah satu tim Indonesia yang mencatatkan Booyah pada awal pekan kedua, MBR harus puas berada di peringkat ke-14 dengan 251 poin.
Tim debutan tersebut mengoleksi dua Booyah sepanjang Fase 1. Meski belum berhasil masuk Top 12, selisih poin yang tidak terlalu jauh membuat peluang MBR untuk mengejar tiket Grand Finals tetap terbuka.

FFWS SEA 2026 Fall (Sumber: Garena Free Fire Indonesia) VAMOS Beri Kejutan dengan Pemain Indonesia
Selain performa wakil Indonesia, pekan kedua juga menghadirkan kejutan dari VAMOS.
Tim asal Malaysia tersebut tampil dominan pada hari kedua dengan mengumpulkan 113 poin, dua Booyah, dan 71 eliminasi.
Menariknya, VAMOS memainkan Juan, pemain asal Indonesia, pada pekan kedua. Kehadiran Juan turut menjadi warna tersendiri dalam persaingan regional FFWS SEA 2026 Fall.
Hasil tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persaingan di turnamen kali ini tidak hanya bergantung pada tim-tim unggulan. Tim dari luar Indonesia dan Thailand juga mampu memberikan kejutan dan mengubah peta persaingan di setiap matchday.
Fase 2 Jadi Jalan Menuju Surabaya
Kini, persaingan memasuki Fase 2 Knockout Stage. Pada pekan ketiga, 12 tim teratas Fase 1 akan mendapatkan kesempatan bertanding lebih awal pada hari pertama.
Artinya, RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan ONIC menjadi tiga wakil Indonesia yang akan langsung turun pada pembukaan pekan ketiga.
Pada setiap matchday pekan ketiga, dua tim teratas akan mendapatkan tiket menuju Grand Finals. Dengan demikian, tiga wakil Indonesia tersebut memiliki kesempatan langsung untuk mengamankan tiket ke Surabaya tanpa harus menunggu hingga fase berikutnya.
EVOS Divine dan MBR Omega baru akan memulai perjuangan pada hari kedua pekan ketiga karena masing-masing mengakhiri Fase 1 di posisi ke-13 dan ke-14.
Sementara itu, tim yang berada di peringkat ke-15 dan ke-16 akan bertanding pada hari ketiga.
Dalam skenario terbaik, seluruh lima wakil Indonesia bisa mengamankan tiket Grand Finals pada pekan ketiga. Namun, jika masih ada tim yang gagal mendapatkan tiket, mereka akan memiliki satu kesempatan terakhir pada pekan keempat.
Pekan keempat menjadi fase penentuan bagi tim yang belum lolos, termasuk mereka yang mengakhiri Fase 1 di posisi ke-17 dan ke-18. Hanya enam tim terbaik dari klasemen keseluruhan pekan keempat yang akan melengkapi daftar peserta Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.
Dengan RRQ Kazu berada di tiga besar dan Bigetron by Vitality serta ONIC mengamankan Top 12, Indonesia memiliki tiga peluang langsung untuk mengunci tiket Grand Finals pada hari pertama Fase 2.
Sementara itu, EVOS Divine dan MBR Omega harus memanfaatkan hari kedua untuk memperkecil jarak dan mengamankan posisi terbaik.
Pekan ketiga FFWS SEA 2026 Fall akan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026. Seluruh wakil Indonesia akan kembali bertarung dengan satu tujuan, yaitu memastikan sebanyak mungkin tim Tanah Air tampil di Grand Finals dan membawa nama Indonesia ke panggung puncak FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya.
Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.
FAQ
Tim Indonesia mana yang memimpin klasemen FFWS SEA 2026 Fall setelah Week 2? RRQ Kazu menjadi wakil Indonesia dengan posisi terbaik setelah Week 2. Mereka menempati peringkat ketiga klasemen dengan 396 poin dari 24 pertandingan.
Tim Indonesia mana saja yang masuk Top 12 FFWS SEA 2026 Fall? Tiga wakil Indonesia berhasil masuk Top 12 setelah Fase 1, yaitu RRQ Kazu di posisi ketiga, Bigetron by Vitality di posisi keenam, dan ONIC di peringkat ke-11.
Mengapa EVOS Divine dan MBR Omega tidak bermain di hari pertama Fase 2? EVOS Divine dan MBR Omega masing-masing finis di peringkat ke-13 dan ke-14 pada Fase 1. Karena hanya tim yang berada di Top 12 yang tampil pada hari pertama Fase 2, keduanya baru akan bertanding pada hari kedua pekan ketiga.
Kapan FFWS SEA 2026 Fall Week 3 berlangsung? Pekan ketiga FFWS SEA 2026 Fall akan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026. RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan ONIC akan bertanding pada hari pertama untuk memperebutkan tiket Grand Finals lebih awal.

















