Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ONIC Ganti Demonz dengan Adam, Coach AFM Ungkap Alasan di Baliknya
FFWS SEA 2026 Fall (Sumber: Garena Free Fire Indonesia)
  • ONIC mengganti Demonz dengan Adam di roster utama FFWS SEA 2026 Fall melalui transfer window pertengahan musim.
  • Coach AFM menyebut Adam dan Xyro tetap terikat kontrak ONIC, meski sebelumnya tersisih setelah proses trial komposisi roster.
  • ONIC memilih pemain berpengalaman yang memahami sistem tim karena format kompetisi singkat dinilai terlalu berisiko untuk mencoba pemain baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    ONIC mengganti Demonz dengan Adam dalam roster utama pada transfer window pertengahan musim FFWS SEA 2026 Fall.
  • Who?
    ONIC, Adam, Demonz, Xyro, dan pelatih ONIC AFM terlibat dalam perubahan komposisi tim ini.
  • Where?
    Perubahan roster terjadi di lingkungan tim ONIC untuk kompetisi FFWS SEA 2026 Fall tingkat Asia Tenggara.
  • When?
    Adam kembali masuk line-up utama saat transfer window pertengahan musim FFWS SEA 2026 Fall dibuka.
  • Why?
    ONIC memilih Adam karena ia masih terikat kontrak, telah mengenal sistem tim, dan memiliki pengalaman SEA, sementara waktu kompetisi dinilai terlalu singkat untuk mencoba pemain baru.
  • How?
    ONIC memanfaatkan satu slot transfer untuk melakukan rolling roster, mengeluarkan Demonz dan memasukkan Adam tanpa merekrut atau menjalani trial pemain baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
ONIC mengganti Demonz dengan Adam di tim Free Fire. Adam dulu tidak main utama, tapi ia masih pemain ONIC. Coach AFM bilang ONIC tidak cari pemain baru karena waktu lomba sangat sedikit. Adam sudah tahu cara main dan teman-temannya. Sekarang Adam membantu ONIC di FFWS SEA 2026 Fall.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

ONIC melakukan perubahan roster di tengah perjalanan FFWS SEA 2026 Fall. Memanfaatkan transfer window pertengahan musim, tim berjuluk Landak Kuning tersebut memutuskan melakukan rotasi dengan mengeluarkan Demonz dari roster dan kembali memasukkan Adam ke dalam line-up utama.

Keputusan ini menjadi menarik karena Adam sebelumnya memang masih berstatus sebagai bagian dari ONIC. Ia tidak benar-benar meninggalkan organisasi setelah tidak masuk ke roster utama pada awal musim.

Kini, ketika transfer window dibuka, ONIC memilih kembali menggunakan jasanya untuk memperkuat tim menghadapi fase lanjutan kompetisi.

Langkah tersebut juga memperlihatkan strategi ONIC dalam menghadapi sistem kompetisi FFWS SEA 2026 Fall yang memiliki waktu persiapan sangat terbatas.

Alih-alih mengambil risiko merekrut pemain baru dari komunitas, ONIC memilih mempertahankan sejumlah pemain berpengalaman yang sudah memahami standar kompetisi SEA.

In Article GGWP_.png


Adam dan Xyro Masih Berstatus Pemain ONIC

Sebelum Adam kembali ke roster utama, Coach ONIC, AFM, sempat menjelaskan mengenai status Adam dan Xyro di dalam organisasi.

Menurut AFM, keduanya masih terikat kontrak dengan ONIC, meskipun tidak masuk ke line-up utama pada awal FFWS SEA 2026 Fall.

“Status Adam sama Xyro itu masih under contract, sama seperti Geday di season Spring kemarin, yang mana Geday masih under contract kita. Tapi dia nggak masuk ke line-up karena dia gagal trial di akhir-akhir waktu kita trial,” jelasnya.

AFM menjelaskan bahwa ONIC melakukan proses trial secara menyeluruh sebelum menentukan komposisi roster. Mereka tidak hanya menguji kemampuan pemain di dalam pertandingan, tetapi juga mempertimbangkan berbagai komposisi untuk mencari kombinasi yang dianggap paling optimal.

“Jadi kita trial banyak, baik out game, in game kita coba trial semuanya. Dan kita coba komposisi hasil mana yang paling bagus,” katanya.

Dari proses tersebut, ONIC akhirnya memilih roster yang dianggap memiliki performa dan motivasi paling tinggi.

Karena itu, Adam dan Xyro tidak masuk ke line-up utama pada awal musim. Namun, keputusan tersebut tidak berarti hubungan keduanya dengan ONIC berakhir.

“Kebetulan hasil sekarang, roster sekarang itu yang paling bagus dan motivasinya juga anak-anak yang sekarang lebih tinggi lah daripada yang kemarin. Jadi ya kita ambil kesimpulannya buat mereka di-take out,” tambah AFM.

AFM juga menegaskan bahwa Adam dan Xyro tetap menjadi bagian dari ONIC dan selalu memiliki kemungkinan untuk kembali ke roster utama ketika situasi berubah.

“Tapi nggak menutup kemungkinan mereka bisa masuk di transfer window atau ya seperti Geday lah, tiba-tiba masuk, tiba-tiba keluar, tiba-tiba live streaming. Jadi masih part of ONIC," katanya.

Kini, kemungkinan tersebut benar-benar terwujud. Adam kembali mendapatkan tempat di line-up ONIC setelah transfer window pertengahan musim dibuka.

ONIC Tak Perlu Mencari Pemain Baru

AFM mengungkapkan bahwa keputusan memasukkan Adam kembali bukan hasil dari pencarian pemain baru. ONIC justru memilih memanfaatkan pemain yang sudah mereka kenal dan memahami lingkungan tim.

“Orangnya nggak jauh-jauh lah. Kita nggak trial player baru, nggak nyari banget. Masih orang lama. Yang habis kena skors terus masuk lagi, kayak gitu,” tuturnya.

Bagi ONIC, keputusan tersebut membuat proses adaptasi menjadi lebih sederhana. Adam sudah mengetahui sistem permainan, lingkungan tim, serta standar yang diterapkan oleh ONIC.

Dengan kondisi kompetisi yang berlangsung cepat, faktor tersebut menjadi sangat penting.

AFM bahkan menggambarkan keputusan tersebut sebagai bagian dari proses “rolling” roster yang dilakukan ONIC.

“Dari ONIC sendiri, bakal manfaatin satu slot buat masukin player, jadi kita rolling aja, rolling,” tambahnya.

Artinya, ONIC tidak menutup kemungkinan melakukan perubahan komposisi ketika kebutuhan tim berubah. Transfer window dimanfaatkan untuk menyesuaikan roster dengan kondisi kompetitif yang mereka hadapi.

Waktu Kompetisi Terlalu Singkat untuk Trial Pemain Baru

Salah satu alasan utama ONIC tidak merekrut pemain baru adalah format kompetisi FFWS SEA 2026 Fall yang berlangsung dalam siklus sangat cepat.

AFM menilai adaptasi dan pengalaman pemain baru memang penting. Namun, waktu yang tersedia tidak cukup panjang untuk melakukan proses trial and error terhadap pemain yang benar-benar belum mengenal lingkungan kompetisi SEA.

“Sebenarnya pentingnya adaptasi sama pengalaman player-player baru itu penting banget. Tapi mengingat skala dari sistem turnamen kita itu yang amat-amat sangat terbatas, yaitu sekitar dua minggu untuk fase liga dan dua minggu untuk fase knockout stage,” jelasnya.

Dalam situasi tersebut, merekrut pemain komunitas kemudian berharap ia dapat langsung tampil di level SEA dianggap terlalu berisiko.

“Jadi menurut gue nggak wise atau nggak bijak rasanya kalau kita pertaruhkan slot SEA kita buat merekrut player-player komunitas. Apalagi dengan kualitas dan sistem yang sangat-sangat pendek,” tambah AFM.

Menurut AFM, satu minggu saja tidak cukup untuk mengukur apakah seorang pemain baru benar-benar mampu beradaptasi dengan sistem ONIC.

“Dan dalam satu minggu juga terlalu gambling rasanya buat masukin satu player baru. Jadi menurut gue dengan skala sistem kayak gini nggak ada waktu sebenarnya untuk trial and error," ucap pria yang sebelumnya juga pernah berseragam EVOS.

Persoalan adaptasi menjadi semakin kompleks karena performa pemain ketika masih berada di komunitas belum tentu bisa langsung diterjemahkan ke level kompetisi SEA.

AFM menilai seorang pemain membutuhkan proses bertahap untuk memahami sistem baru, terutama ketika tuntutan kompetisi jauh lebih tinggi.

“Nggak bisa kita ekspektasi ketika dia latihan dia bagus banget atau ketika dia di tim komunitas dia bagus banget, langsung kita ekspektasi di SEA dia bakal show something. Nggak bisa," tegasnya.

Karena itu, mempertahankan pemain yang sudah memiliki pengalaman menjadi pilihan yang dianggap lebih masuk akal.

Pengalaman SEA Jadi Modal Penting

Keputusan ONIC untuk kembali menggunakan Adam juga menunjukkan pentingnya pengalaman dalam kompetisi tingkat Asia Tenggara.

Bagi AFM, tim tidak bisa sekadar mengandalkan pemain dengan potensi besar. Mereka membutuhkan pemain yang sudah mengetahui bagaimana tekanan kompetisi SEA bekerja.

Terlebih, setiap tim hanya memiliki waktu yang sangat terbatas untuk mempersiapkan diri. Proses membangun chemistry, memahami strategi, dan menyesuaikan gaya bermain tidak bisa dilakukan secara instan.

Karena itulah ONIC memilih tetap mempertahankan beberapa pemain lama seperti Adam dan Xyro di dalam organisasi.

“Nah karena alasan-alasan kayak gini makanya ONIC sendiri coba buat keep beberapa player pengalaman kita kayak Adam, Xyro dan lain sebagainya,” jelas AFM.

Langkah tersebut juga dipersiapkan sebagai bentuk antisipasi apabila roster utama menghadapi situasi sulit sepanjang kompetisi.

“Kita buat antisipasi apa pun worst scenario yang terjadi kalau ONIC di fase liga ter-struggle dan lain sebagainya,” tambahnya.

Dengan kata lain, keberadaan Adam dan Xyro bukan hanya sebagai pemain cadangan. Mereka menjadi bagian dari rencana jangka pendek ONIC untuk menjaga fleksibilitas roster ketika tim membutuhkan perubahan.

Adam Kembali di Momen Penting

Kembalinya Adam ke roster utama datang ketika FFWS SEA 2026 Fall mulai memasuki fase yang semakin menentukan. ONIC membutuhkan setiap peluang untuk memperbaiki performa dan memastikan perjalanan mereka menuju Grand Finals tetap berada di jalur yang tepat.

Keputusan menggunakan transfer window untuk mengganti Demonz dengan Adam sekaligus memperlihatkan bagaimana ONIC memanfaatkan kedalaman roster yang mereka miliki.

Daripada mempertaruhkan waktu untuk mendatangkan pemain baru dan membangun chemistry dari awal, Landak Kuning memilih pemain yang sudah mengenal sistem internal mereka.

Bagi Adam, kesempatan ini juga menjadi momen untuk kembali membuktikan kemampuannya setelah sebelumnya tidak masuk ke line-up utama.

Kini, tugas berikutnya berada di tangan ONIC. Dengan Adam kembali ke roster, mereka harus memastikan perubahan tersebut benar-benar memberikan dampak positif terhadap performa tim.

Jika strategi ini berhasil, keputusan ONIC mempertahankan pemain berpengalaman di dalam organisasi akan terbukti menjadi langkah penting. Namun, jika hasilnya belum sesuai harapan, bukan tidak mungkin Landak Kuning kembali melakukan evaluasi pada kesempatan berikutnya.

Satu hal yang pasti, transfer window FFWS SEA 2026 Fall tidak hanya menjadi ruang untuk mendatangkan pemain baru. Bagi ONIC, fitur tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengoptimalkan kembali pemain yang selama ini sudah menjadi bagian dari keluarga Landak Kuning.

Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.

FAQ

Mengapa ONIC mengganti Demonz dengan Adam di FFWS SEA 2026 Fall?

ONIC memanfaatkan transfer window pertengahan musim untuk melakukan rotasi roster. Demonz dikeluarkan dari line-up, sementara Adam kembali dimasukkan ke roster utama untuk menghadapi fase lanjutan FFWS SEA 2026 Fall.

Apakah Adam sebelumnya sudah menjadi bagian dari ONIC?

Ya. Adam masih berstatus sebagai pemain ONIC dan terikat kontrak dengan organisasi, meskipun sebelumnya tidak masuk ke line-up utama setelah proses trial. ONIC tetap mempertahankan Adam sebagai bagian dari antisipasi kebutuhan roster.

Mengapa ONIC tidak merekrut pemain baru dari komunitas?

Coach AFM menilai waktu kompetisi FFWS SEA 2026 Fall terlalu singkat untuk melakukan trial dan membangun chemistry dengan pemain baru. Karena itu, ONIC memilih memanfaatkan pemain berpengalaman yang sudah memahami sistem tim dan kompetisi SEA.

Siapa yang menggantikan Demonz di roster ONIC?

Adam menjadi pemain yang masuk ke roster utama ONIC untuk menggantikan Demonz setelah tim memanfaatkan transfer window pertengahan musim FFWS SEA 2026 Fall.

Curated For You

Editorial Team

Related Article